LPPD Kaimana Siap Jika Pesparawi Dilaksanakan di Masing-Masing Daerah

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Sampai dengan saat ini kepastian pelaksanaan Pesparawi tahun 2020 belum diketahui. Hal ini disebabkan karena pandemi Covid 19 yang terus menerus menyebar di hampir seluruh daerah di wilayah tanah air, begitu juga dengan Papua dan Papua Barat. Untuk itu, ada wacana bahwa pelaksanaan Pesparawi Se-Tanah Papua akan dilaksanakan dimasing-masing daerah.

Inspektur Kabupaten Kaimana, Fredy Susanto Zaluchu, S.STP, M.Si

Hal ini diungkapkan oleh Ketua LPPD Kabupaten Kaimana, Fredy Susanto Zaluchu, S.STP ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, belum lama ini.

Menurutnya, LPPD Kabupaten Kaimana siap jika wacana untuk pelaksanaan Pesparawi dimasing-masing daerah dilaksanakan.

“Sampai dengan hari ini, kita belum mendapatkan informasi pasti, apakah pelaksanaannya tetap di Timika atau bentuknya seperti apa. Hanya sesuai dengan wacana dari LLPD Provinsi Papua Barat, yang kurang lebih tiga atau empat minggu lalu, ketika kami mengikuti vidcon dengan mereka, ada wacana bahwa akan dilaksanakan dimasing-masing daerah,” ungkapnya.

Lanjut Zaluchu, wacana ini muncul karena beban juara umum nasional ini ada di Papua Barat.

“ Sehingga berdasarkan agenda pesparawi nasional, yang sampai saat ini belum ada tanda-tanda dimundurkan dari 2021 bulan Juni-Juli itu, sehingga ada wacana pelaksanaan pesparawi ini akan dilakukan didaerah masing-masing. Misalnya Kaimana, akan melakukan sendiri di Kaimana. Kemudian Fakfak di Fakfak. Sorong raya di Sorong. Kemudian Manokwari raya itu dilaksanakan di Manokwari. Itu baru wacana, yang nantinya akan dikomunikasikan kembali dengan LPPD Provinsi Papua,” lanjutnya.

Jika Pesparawi dilaksanakan dimasing-masing daerah, maka ada dua kemungkinan yang akan dipilih salah satunya.

“ Secara teknisnya itu ada dua hal yakni, pertama, dilaksanakan dimasing-masing wilayah dan jurinya di kirim ke masing-masing daerah. Atau yang kedua, nanti pengurus LPPD Papua Barat turun ke lapangan, kita menyanyi, dia rekam, lalu hasil rekaman itu dibawa ke Juri yang akan standbye di Manokwari. Tetapi rata-rata teman, inginnya juri datang ke daerah-daerah pelaksanaan. Otomatis, kalau disetujui, maka ada beban tambahan pemda Kaimana untuk menyiapkan tempat atau lokasi latihan dan pelaksanaan, termasuk dengan apd. Dan itu juga pasti dipertimbangkan,” ujarnya.

Terkait dengan kesiapan tim Pesparawi Kabupaten Kaimana, lanjut Zaluchu, tim Kaimana sudah sangat siap.

“ Kalau Kaimana sendiri, pada prinsipnya siap. Artinya memang latihan intens yang face to face antara pelatih dengan peserta. Peserta yang kita punya ini, terkahir dilakukan di bulan Maret. Setelah itu, pelatihnya kembali dan sampai dengan sekarang, belum bisa datang lagi. Akhirnya kurang lebih satu dua bulan kemarin, kami LPPD Kaimana berdiskusi dan mencoba untuk menggunakan aplikasi zoom, untuk memfasilitasi mereka. Minimal kalau yang kami pikirkan adalah teman-teman ini tidak lupa dengan lagu-lagu yang sudah dilatih. Teknis pelatihannya kita serahkan kembali ke pelatih. Karena memang diakui bahwa dengan zoom ini tidak efektif dalam hal menyanyi bersama, karena ada delay-delay yang terjadi. Akhirnya, pelatih mengambil langkah, teman-teman merekam, terus dikirim ke pelatih. Pelatih melihat dan ada dalam seminggu itu dua kali, PSDC dan PSR. Kalau untuk anak belum bisa kita lakukan,” tuturnya.

Sementara itu, terkait dengan kepastian pelaksanaan Pesparawi, Zaluchu menambahkan bahwa, LPPD Kaimana masih menunggu keputusan dari LPPD Provinsi Papua Barat.

“ Sekarang kita masih menunggu keputusan dari LPPD Papua Barat. Karena LPPD di Tanah Papua ini ka nada dua. Sehingga mereka harus duduk lagi untuk membahas hal ini. Kalau memang diijinkan, maka kita akan laksanakan sesuai dengan petunjuk masing-masing LPPD,” pungkasnya. (edo)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *