LBH Gerimis : ” Bila Pemprov PB Mendiskriminasi Tenaga Honorer 512, Langkah Hukum Akan Diambil “

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG,Honaipapua.com, -Direktur Utama Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Papua Optimis Wilayah Papua Barat (LBH-GERIMIS) Yosep Titirlolobi, SH dalam rilisnya mengatakan bila mana Pemprov Papua Barat berani mendiskriminasi Tenaga Honorer 512 yang sudah menjadi tenaga honorer belasan tahun di Provinsi Papua Barat maka LBH Gerimis akan siap pasang badan dan siap mengambil langkah hukum untuk membela tenaga honorer 512.

Kepada media ini via telepon selulernya, Rabu (4/8), Yosep menyampaikan bahwa Pemprov Papua Barat jangan kebakaran jenggot atas bobroknya penerimaan CPNS di Provinsi Papua Barat yang tidak melalui mekanisme yang benar, seharusnya Pemprov Papua Barat harus mengakui kesalahannya dalam menerima CPNS yang tidak pernah sedikitpun menjadi honorer di Pemprov Papua Barat tetapi tembus menjadi CPNS, akhirnya tenaga honorer 512 yang 90% Orang Asli Papua menjadi korban sampai saat ini.

” Saya baru mendapatkan informasi bahwa Pemprov Papua Barat dalam waktu dekat ini melalui Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Papua Barat akan memanggil seluruh tenaga honorer 512 hari Senin besok untuk menghadap ke BKD Provinsi Papua Barat,” ungkap Yosep yang juga advokat Peradi Sai Juniver Girsang.

Menurut Yosep, Gugatan Kepengadilan sudah disiapkan, bukti perdata sudah sudah lengkap, sedangkan bukti-bukti untuk laporan polisi sudah kami kumpulkan dan langka pidana pun sudah kami Siapkan tinggal momen waktu yang tepat kami akan melaporkan oknum-oknum pejabat yang melakukan pungutan liar selama ini pada saat setiap Pemprov Papua Barat membuka penerimaan CPNS.

Bisa dicek penerimaan CPNS tahun-tahun kemarin, hampir semua tidak melalui mekanisme aturan yang benar, Akte kelahiran di taktisi, salah satu syarat menjadi honorer dipalsukan, orang yang honorer lima bulan dibikin lima tahun, semua demi ambisi bagaimana keluarga, anak cucu harus menjadi CPNS, tanpa melihat ada tenaga honorer 512 orang yang sampai sekarang masih diberikan angin surgawi oleh Pemprov Papua Barat.

Padahal ada edaran Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) yang sangat jelas memberikan angin segar bagi Honorer yang sudah lama Mengapdi di Pemprov untuk di angkat menjadi CPNS tetapi itu tidak dilakukan oleh Pemprov Papua Barat dalam hal ini kepala BKD Papua Barat, padahal mereka Tenaga Honorer adalah OAP juga dan sampai saat ini tenaga honorer 512 masih menjadi honorer yang tanpa memiliki NIP mereka tenaga honorer cuman dijanjikan Angin surgawi oleh Pemprov Papua Barat.

” Untuk itu, kami dari LBH Gerimis tergerak hati, tentu akan selalu membantu mereka dalam mencari keadilan bagi mereka para tenaga honorer 512, sampai dimana hak-hak dan status mereka yang selama ini dikebiri oleh Pemprov Papua Barat dikembalikan kepada mereka, yang selama ini tinggal menjadi honorer terus selama belasan tahun,” Tegas Yosep. (**)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *