Kasus DBD, Sekda Kaimana : ‘Harus Ambil Tindakan Cepat’

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,HonaiPapua.com, -Tercatat sampai dengan beberapa waktu yang lalu, sudah ada 64 kasus yang dirilis Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana. Kondisi ini juga akhirnya mengundang perhatian pimpinan daerah Kabupaten Kaimana. Beberapa hari yang lalu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kaimana, Rita Teurupun, S.Sos turun dan meninjau langsung kondisi pasien DBD yang ada di RSUD Kaimana.

Sejak beberapa waktu yang lalu juga, Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana telah melakukan aksi cepat yakni dengan melakukan fooging di beberapa titik yang warganya terkena kasus DBD. Dinas Kesehatan juga pada awal tahun 2020, telah membagikan bubuk abate untuk membunuh jentik-jentik nyamuk untuk seluruh warga yang ada di ibu kota Kabupaten Kaimana, melalui kader jumantik yang sudah disiapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana.

“ Beberapa hari yang lalu, saya turun dan meninjau langsung perkembangan kasus DBD di RSUD Kaimana. Sekaligus meninjau pasien-pasien yang ada di RSUD Kaimana. Dari data yang disampaikan memang sekitar puluhan kasus DBD yang sudah terjadi. Tetapi kondisi ini jangan dianggap sepele. Kadang kita berpikir bahwa baru puluhan kasus jadi kita santai saja melihat kondisi ini,” ungkapnya saat di konfirmasi di Grand Papua Hotel, Rabu (11/3).

Menurutnya, DBD ini resikonya sangat berat sehingga dinas kesehatan perlu mengambil langkah untuk segera mensosialisasikan kepada masyarakat, sekaligus turun ke lapangan untuk melakukan fooging di seluruh pemukiman masyarakat.

“ Tidak bisa kita hanya lakukan di titik-titik tertentu saja. Ini kan sudah banyak kasus yang terjadi, sehingga perlu tindakan cepat dari dinas terkait,” ujarnya.

Ketika disinggung, apakah alokasi anggaran untuk fooging kurang sehingga fooging baru dilakukan di titik-titik tertentu saja, lanjut Sekda Rita, tidak ada alasan terkait anggaran, terutama untuk kepentingan masyarakat banyak.

“ Kalau memang pos untuk fooging ini kurang, ambilah kebijakan. Bisa juga diambil dari pos yang lain dulu to. Karena ini persoalan urgent yang harus sgera ditangani. Jangan sampai kita biarkan kondisi ini berlarut. Harus ambil tindakan. Kalau memang kurang anggaran, ambil dari pos lain dulu, yang penting fooging harus segera dilakukan, dan itu dilakukan diseluruh wilayah pemukiman warga, maupun tempat-tempat public,” ungkapnya.

Sekda Rita juga meminta agar fooging juga dilakukan disekolah-sekolah. Pasalnya ada juga anak sekolah yang terkena kasus DBD.

“ Tempat publik, terutama sekolah harus difooging juga. Karena anak-anak sekolah ini ada disekolah pada jam sekolah. Sehingga pilihlah waktu yang tepat kalau mau melakukan fooging di sekolah, sehingga tidka mengganggu aktifitas belajar mengajar di sekolah,”pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *