Kapolres Kaimana Himbau Masyarakat Bijak Bermedsos Saat Pilkada

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Kapolres Kaimana, AKBP. Iwan P. Manurung, SIK menghimbau kepada seluruh masyarakat Kaimana untuk lebih bijak lagi dalam bersosial media, terutama pada saat-saat ini. Pasalnya moment pilkada ini semakin panas dan menurutnya, akan menimbulkan gejolak ataupun persoalan yang ditangani polres Kaimana, jika semua pihak tidak saling menjaga dan menghargai. Hal ini disampaikannya saat dikonfirmasi Honaipapua.com di ruang kerjanya, Selasa (8/9).

Menurutnya, masyarakat silahkan menyampaikan pendapat, termasuk menyampaikan pendapat di sosial media, asalkan tidak melewati batas-batas yang sudah ditentukan oleh undang-undang.

“Jadi dalam bersosial media ini, tidak bisa lagi sebebas dulu. Karena saat ini ada undang-undang yang mengatur itu, dan barangsiapa yang melanggar pasti diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ungkapnya.

Dirinya juga menegaskan bahwa sudah banyak pihak dipanggil polres Kaimana, pasalnya dari postingan-postingan di sosial media sudah melanggar ketentuan ataupun batasan-batasan yang sudah diatur.

“Beberapa waktu lalu kan kami juga sempat memanggil beberapa orang terkait postingan di media sosial, termasuk goyang tiktok. Apalagi ujaran kebencian yang sebentar lagi akan gelar perkara. Sehingga ini dijadikan pengalaman bagi kita semua, supaya selalu bijak dalam bermedia sosial,” ujarnya.

Kapolres Iwan juga mengatakan bahwa sampai saat ini, belum ada laporan yang masuk ke polres terkait pelanggaran UU ITE, khusus untuk pilkada.

“ Sampai hari ini memang belum ada laporan yang masuk. Tetapi tidak menutup kemungkinan laporan itu ada, selagi masyarakat kita belum bijak menggunakan sosial media. Oleh karna itu, kami berharap agar kita semua menjaga agar situasi Kaimana ini tetap aman dan damai. Jangan karena pilkada terus muncul persoalan-persoalan yang bisa mengancam keamanan dan kenyamanan kita semua di Kaimana ini,” tuturnya.

Kasat Reskrim Polres Kaimana, IPTU. Muhammad Al Parisi

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kaimana, IPTU. Muhammad Al Parisi mengatakan bahwa, jika ada laporan terkait postingan di medsos, maka akan dilihat terlebih dahulu. Kalau berkaitan dengan pilkada, maka kasus tersebut akan dialihkan ke Gakumdu.

“Kalau untuk dugaan pelanggaran selama pilkada, tentunya akan ditangani gakumdu, karena disana sudah ada pihak kepolisian, kejaksaan mupun bawaslu. Tapi sampai saat ini belum ada laporan yang masuk terkait postingan di media sosial,” ungkapnya.

Dirinya juga meminta dan menghimbau kepada masyarakat Kaimana untuk lebih bijak lagi dalam menggunakan medsos.

“Postingan apalagi sampai menyerang personal, itu sebenarnya sudah melanggar. Dan yang bersangkutan bisa diproses kalau ada laporan yang masuk. Sehingga kami berharap, agar masyarakat lebih saring lagi, ketika menggunakan media sosial. Jangan sampai jari lebih cepat dari pikiran, setelah dilaporkan baru menyesal. Apalagi moment pilkada ini, saling serang, saling menjatuhkan. Sebenarnya hal itu tidak terjadi kalau kita semua bisa menahan diri,” pungkasnya. (edo)

Polres Kaimana akan terus melanjutkan kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh salah satu pengguna medsos di akun facebooknya, yang sudah dilaporkan oleh MUI Kabupaten Kaimana tanggal (20/8) yang lalu. Hal ini ditegaskan oleh Kapolres Kaimana, AKBP. Iwan P. Manurung, SIK ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (8/9).
“Untuk kasus ujaran kebencian, kami sudah konsultasikan dengan tim cyber mabes polri dan sudah melibatkan beberapa saksi ahli terkait postingan yang bersangkutan. Tim yang jalan ke Mabes sudah balik, dan kalau tidak ada halangan maka, sore ini atau besok kasus ini akan digelar perkaranya. Sebenarnya hari ini gelar perkara, tetapi sampai saat ini kami belum mendapatkan laporan dari kasat reskrim. Kalau tidak hari ini, besok sudah akan digelar,” ungkapnya.
Lanjut Kapolres Iwan, yang bersangkutan yang memposting postingan bernuansa ujaran kebencian ini, akan dijadikan sebagai tersangka ketika sudah gelar perkara. “Saat ini kan yang bersangkutan belum ditetapkan sebagai tersangka. Karena ketika satu orang dinaikkan statusnya jadi tersangka, paling tidak ada barang bukti. Sehingga kalau sudah gelar perkara, maka yang bersangkutan akan menjadi tersangka kasus ujaran kebencian,” ujarnya.
Kapolres Iwan juga menghimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Kaimana untuk berhati-hati dalam bersosial media. Karena saat ini bersosial media juga dibatasi oleh undang-undang yaitu undang-undang ITE. “Ketika ada undang-undang ITE, maka penyampaian pendapat dimuka umum atau dipublik begitupula di media sosial, tidak seenak pikiran kita. Karena ada batasan-batasannya yang sudah diatur. Sehingga kami berharap agar masyarakat kita di Kaimana ini bisa lebih bijak lagi dalam menggunakan media sosial. Saring terlebih dahulu sebelum share, karena kita tidak tahu bahwa mungkin ada informasi yang tidak jelas sumbernya yang berisi tentang hal-hal yang merugikan orang lain, atau mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat serta keamanan Negara. Sehingga bijaklah selalu dalam bermedia sosial,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *