Kaimana Terpilih Jadi Kabupaten Penerapan Program Desa Pangan Aman dan Pasar Pangan Aman

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya memilih Kabupaten Kaimana sebagai kabupaten penerapan 3 program besar yakni; Desa Pangan Aman, Pasar Aman Dari Bahan Berbahaya, dan Pangan Jajanan Anak Sekolah di tahun 2020 ini. Sebelumnya program ini sudah pernah dilaksnakan di Raja Ampat ditahun 2018.

Kepala Balai POM Provinsi Papua Barat, Mojaza Sirait, S.SI Apt ketika dikonfirmasi di Kaimana Beach Hotel, Kamis (12/3) menegaskan bahwa, alasan utama dipilihnya Kaimana untuk penerapan tiga program besar tersebut karena Kaimana menjadi salah satu tujuan wisata saat ini, pemerintah daerah Kaimana yang selalu welcome dengan kegiatan BPOM, dan juga mempersiapkan SDM Kaimana yang unggul mulai dari tingkat sekolah dasar.

“ Hari ini kami mengundang seluruh instansi teknis terkait di Kabupaten Kaimana untuk bersama-sama membangun kesadaran dan kesepahaman tentang pangan aman, pasar aman dari bahan berbahaya dan pangan Jajanan sehat anak sekolah. Artinya sadar tidak sadar saat ini, Kaimana sudah mulai dikenal luas. Arus wisatawan sudah mulai berdatangan di Kaimana walaupun belum dalam jumlah yang banyak. Tetapi lambat laun, Kaimana akan dibanjiri wisatawan, sehingga kesiapan-kesiapan masyarakat dalam menghadapi hal ini harus dilakukan,” ungkapnya.

Menurutnya, ketika wisatawan sudah banyak yang datang ke Kaimana maka akan memicu terciptanya UKM-UKM oleh masyarakat. “Oleh karena itu, sudah menjadi tugas kami, tentunya didukung oleh pemerintah daerah untuk bagaimana agar pangan yang diproduksi dari usaha kecil tersebut halal dan tidak mengandung bahan berbahaya. Saya yakin, beberapa tahun ke depan, akan semakin maju, yang juga akan membuka ruang bagi munculnya usaha-usaha baru di Kaimana ini. Oleh karena itu, membangun kesadaran masyarakat ini menjadi hal yang sangat penting, agar bisa menghindari munculnya pangan yang tidak sehat,” ungkapnya.

Lanjut Sirait, tiga program besar ini akan dilaksnakan dari sekarang hingga bulan Oktober mendatang. “Untuk pelaksanaannya, akan dilakukan hingga bulan Oktober nanti. Pertama ini kami baru mengundang stakeholder terkait. Kedepannya kami juga akan memberikan pemahaman untuk para pelaku usaha, terutama pelaku usaha yang ada di pasar. Berikutnya lagi akan ada desa pengan aman,” tuturnya.

Khusus untuk kegiatan pangan jajan anak sekolah, lanjut Sirait, pihak Balai POM juga akan mengunjungi sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman terkait pangan jajan anak sekolah yang sehat.

“ Sudah terjadi di beberapa kota besar bahwa ada jajanan yang dijual kepada anak-anak sekolah yang mengandung bahan berbahaya. Untuk mencegah hal itu, maka pemahaman harus diberikan kepada anak-anak sekolah dan juga pihak sekolah. Sehingga mereka dapat terhindar dari jajanan yang tidak sehat. Memang saat ini di Kaimana belum ada kasus seperti itu. Tetapi alangkah lebih baik kalau kita lebih dulu mengantisipasi itu, supaya jangan sampai terjadi di Kaimana,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *