Inilah 3 Point yang Disampaikan Bupati Kaimana ke Presiden

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Kedatangan Presiden RI Joko Widodo di Kabupaten Kaimana membawa angin segar bagi harapan masyarakat akan kemajuan pembangunan infrastruktur di Kaimana. Moment kedatangan presiden Jokowi ini juga dipergunakan dengan baik oleh pemerintah daerah Kaimana.

Pemerintah Daerah Kabupaten Kaimana sudah menyampaikan rencana pembangunan infrastrutkur di Kabupaten Kaimana kepada Presiden Jokowi yang disampaikan langsung oleh Bupati Kaimana, Drs. Matias Mairuma.
Tiga point ini antara lain; keterhubungan antara wilayah Arguni, Kambrauw dengan ibu kota Kabupaten Kaimana, potensi Bandara Utarom Kaimana sebagai bandara transit untuk beberapa daerah disekitarnya, serta rencana pengembangan destinasi pariwisata Teluk Triton.

“Terimakasih karena sudah ada jalan trans nasional dari Fakfak turun ke Arguni, dari Bintuni ke Arguni dan dari Windesi ke Arguni. Tetapi persoalan kita ada pada jembatan penyeberangan. Saya kemarin sudah tunjukkan ke beliau dan beberapa menteri bahwa kalau tidak ada tempat penyeberangan maka masyarakat dari wilayah-wilayah ini tidak bsia masuk ke Kaimana.

Masalah juga masih muncul disitu. Sementara itu, kami juga sedang mengembangkan perkebunan pala dan lain-lain. biaya transport sangat tinggi dan biaya operasional membengkak ketika masyarakat membawa hasil kebunnya ke pasar. Oleh karenanya, jembatan ini menjadi sangat penting kebutuhannya dan tidak bisa ditunda lagi,” ujarnya.

Point berikutnya yang disampaikan oleh Bupati Mairuma adalah pengembangan bandara Kaimana menjadi bandara transit untuk daerah di bagian selatan Papua.

“Saya kemarin cerita kepada beliau bahwa Belanda dulu ketika menjajah Indonesia, dan khusus di wilayah tanah Papua, Belanda hanya membangun dua bandara yaitu Bandara Utarom Kaimana dan Bandara Biak. Biak untuk hadapi pasifik, dan di Kaimana untuk hadapi Australia.

Lalu saya tunjukan kepada bapak presiden, kepulauan Kei, kepulauan Aru, mereka-mereka ini untuk akses keluar itu harus melalui ambon dan membutuhkan waktu sekitar satu jam lebih. Kalau dia turun di Kaimana, itu
hanya membutuhkan waktu 30 – 40 menit.

Lalu ada Dogiay ada daerah lainnya juga. Tapi bandara kita ini kan lebarnya masih 35 meter dengan panjang masih 2000 meter. Kami tangkap peluang ini dan kami sampaikan kepada bapk presiden supaya Kaimana bisa dikembangkan menjadi bandara transit dari daerah-daerah lain yang letaknya lebih dekat dengan Kaimana. Daripada dia ke Ambon,” lanjutnya.

Bupati Mairuma juga menyampaikan bahwa pengembangan pariwisata Kaimana masih terkendala pada transportasi dan juga akses menuju objek-objek wisata. Oleh karena itu, pengembangan pariwisata Kaimana ke depan, sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat, jika Kaimana masuk menjadi salah satu destinasi pariwisata baru di Indonesia.

“Saya kan kemarin menjelaskan sesuai dengan kebijakan nasional. Beliau ini kan mau mengembangkan destinasi pariwisata baru dan saya mengambil itu dengan menawarkan Triton. Ini lho Triton. Saya jelaskan kondisi sekarang dan seperti apa kedepannya.

Setiap minggu itu, ada sekitar 1.500 wisatawan dari berbagai daerah masuk ke Menado. Dari Menado dia akan datang ke Raja Ampat. Dari Raja Ampat lalu masuk ke Kaimana. Kita di Kaimana ini mempunyai satu objek wisata yang tidak kalah menari dengan Raja Ampat yaitu Teluk Triton.

Tetapi sampai hari ini transportasi masih menjadi kendala utama yang harus diselesaikan. Transportasi harus disiapkan. Terbatasnya akses ini yang membuat pengembangan pariwisata di Kaimana menjadi sulit. Point-point inilah yang kami sampaikan kepada bapak presiden, dan semoga bisa disuport kedepannya,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *