IJTI Papua Barat Imbau Tidak Ada Jumpa Pers

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, Honaipapua.com, – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah (Pengda) Papua Barat meminta semua pihak untuk meniadakan giat Jumpa Pers.

Ketua IJTI Pengda Papua Barat, Chanry Andrew Suripatty, mengatakan, hal tersebut penting dilakukan guna menghindari kerumunan dalam upaya mencegah laju penyebaran Covid-19. Apalagi, kata dia, belum lama ini sudah ada 5 wartawan media cetak dan televisi yang positif corona saat melakukan peliputan terhadap ODP Covid-19.

Chanry melihat di wilayah Papua Barat, masih terjadi gelaran konferensi Pers yang digelar dan hal itu justru justru menciptakan kerumunan yang berpotensi menyebarkan Covid-19.

“Jika ini terjadi tidak hanya menambah jumlah pasien yang tertular namun juga sangat membahayakan jiwa para jurnalis yang tengah meliput”ungkap Chanry Andrew Suripatty di Manokwari, (29/3/2020).

Sementara itu seluruh stasiun televisi sudah bertindak benar dengan melakukan pembagian tugas TV Pool untuk mempermudah proses pengambilan materi.

Hal ini untuk memperkecil kerumunan Jurnalis dan mendukung program pemerintah dalam physical distancing dan mencegah laju Virus Corona.

Untuk itu, IJTI Papua Barat mendesak semua pihak untuk meniadakan konferensi Pers dalam kondisi wabah Corona saat ini yang menghadirkan banyak Orang.

” Kami dari IJTI Papua Barat siap membantu pemerintah ataupun pihak Satgas Covid-19 di Papua Barat hingga kabupaten kota untuk mengadakan konferensi pers secara virtual, ” ungkap Chanry yang juga merupakan Jurnalis RCTI (MNC MEDIA GRUP).

Chanry juga mendesak, agar dapat dilakukan Rapid Test kepada Jurnalis yang setiap saat melakukan peliputan Covid-19. “ Karena Jurnalis sangat riskan sekali terpapar, mengingat standar dan keterbatasan APD (Alat Perlindungan Diri) saat melakukan peliputan, apalagi Kontributor Televisi yang harus menyediakan sendiri APD, ”harapnya.

Chanry secara tegas menyampaikan, jika ada media atau redaksi yang memaksa jurnalis Televisi meliput pemakaman korban Covid-19, agar dilaporkan ke IJTI Pusat supaya medianya ditegur.

“ IJTI melalui Ketua Umum Yadi Hendriana sudah menyampaikan, jika ada anggota IJTI dimana pun berada apabila ada media atau redaksi yang memaksa Jurnalis meliput pemakaman korban Covid-19 langsung menghubungi dirinya. Agar media tersebut ditegur oleh IJTI, ”tegas Yadi.

Dalam kesempatan ini, Chanry sebagai ketua IJTI Papua Barat menyampaikan selamat bertugas bagi seluruh Jurnalis Televisi di Papua Barat dan jurnalis media cetak dan online dalam peliputan perkembangan Wabah Covid-19 dan tetap berdoa dan berusaha menjaga kesehatan dan keselamatan.

” Kawan-kawan sebagai garda terdepan dalam peliputan untuk memberitakan kepada publik tentang wabah Corona, saya menyampaikan selamat menjalankan tugas mulia ini, tetap berdoa, jaga kesehatan dan keselamatan. Tuhan bersama kita semua,”ujarnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *