Empat OTG dan 1 PDP Masih Harus Menunggu Tes PCR

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Lima orang yang sudah menjalani rapid test yakni 4 OTG (Orang Tanpa Gejala) dan 1 PDP (Pasien Dalam Pengawasan) di RSUD Kaimana, diduga mengarah ke Covid-19.

Namun hasil Rapid Test ini tidak 100 persen akurat. Pasalnya, Rapid Test ini hanyalah metode Screening awal virus corona saja. Apabila seseorang dari rapid test ini dinyatakan positif maka harus atau perlu dilakukan tes PCR (swab test) untuk memastikan keakuratan hasilnya. Swab test ini juga merupakan standar diagnostic virus corona yang dianjurkan WHO (World Health Organization).

Juru bicara Satgas Covid-19 Kaimana, dr.Alberth Kapitarau ketika dikonfirmasi terkait hal ini menegaskan bahwa, hasil rapid test ini harus diuji kembali melalui PCR (Swab Test). “Dari hasil rapid test untuk lima orang ini, kita butuh pembuktian dengan pemeriksaan PCR atau swab tenggorok. Pemerintah harus serius sebelum terlambat. Kami dokter dan perawat yang akan menjadi korban lebih awal,” ungkapnya.

Sementara itu, sebelumnya sampai dengan Kamis (9/4) kemarin pukul 18:00 WIT, jumlah kasus OTG sebanyak 4 jiwa, ODP sebanyak 6 jiwa (lepas pantauan 2 jiwa) sehingga total ODP sebanyak 4 jiwa, dan PDP 1 jiwa. Beberapa hari sebelumnya baru 2 OTG yang ditemukan, namun bertambah 2 OTG setelah dilakukan rapid test kepada yang bersangkutan.

“ 2 OTG baru hasil screening adalah warga yang dari Timika. 1 warga Sorong yang mau perjalanan ke Sorong, dan 1 lagi warga Fakfak yang juga perjalanan ke Fakfak,” jelasnya.
Jubir Covid juga menjelaskan bahwa ke lima jiwa tersebut yakni OTG sebanyak 4 orang dan 1 PDP ini diduga mengarah ke Covid-19.

“ Kondisi PDP saat ini dari hasil ulang pemeriksaan lab, kami menduga, sekali lagi kami menduga kearah Covid-19. Tetapi kami masih harus mengkonfirmasi kembali untuk memastikan positif corona atau tidak dengan pemeriksaan PCR atau swab tenggorok. Untuk 4 OTG ini, jika gejala klinisnya sudah muncul dan memberat baru akan di naikan ke status PDP,” ujarnya.

Disinggung soal alat test PCR (swab tenggorok) ini, lanjut dokter Alberth, saat ini perlatan tersebut belum ada di RSUD Kaimana.

“ Alat PCR ini kami tidak punya. Yang baru tiba hanya VTM atau alat penyimpan sampel swab tenggorok dan wadah pengirimannya. Intinya bahwa pemerintah harus mengambil langkah agar PCR atau swab tenggorok harus dikirim, atau gimana caranya agar bisa dipastikan ini Covid-19 atau bukan. Kalau untuk PCR ini kami bisa kerjakan di Kaimana. Tetapi untuk pengujian sampel swab tenggorok ini harus dilakukan di laboratorium besar seperti Jayapura ataupun Makassar. Kalau memang beberapa waktu ke depan, peralatan PCR atau swab tenggorok ini belum ada, maka kami harus merujuk pasien-pasien ini ke rumah sakit rujukan yang lebih baik seperti Jayapura atau Sorong,” tuturnya.(edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *