Di Kaimana Sayur Satu Ikat Tembus Rp.10.000 Perindagkop Kumpulkan Mama-Mama Pasar

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Pasca pengusiran pedagang sayur non OAP yang ada di pasar sayur Krooy Kaimana beberapa waktu yang lalu, masyarakat Kaimana khususnya masyarakat yang bermukim di ibu kota Kabupaten merasakan dampaknya.

Pasalnya, sebagian besar sayur mengalami kenaikan harga, yang memicu kurangnya pengunjung pasar sayur Krooy Kaimana.
Oleh karena itu, Dinas Perindagkop Kaimana merasa penting dan perlu untuk memberikan pemahaman kepada mama-mama pasar terutama mama-mama pedagang OAP.

Pertemuan yang dilaksanakan di ruang serba guna, Dinas Perindagkop Kaimana ini dihadiri oleh perwakilan mama-mama pasar OAP, dan juga beberapa pihak terkait lainnya.

Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Kaimana, Agustinus Janoma, SE ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (18/9) kemarin menjelaskan bahwa, langkah yang ditempuhnya ini, untuk mengatasi dampak yang saat ini dirasakan oleh masyarakat Kaimana.

Lanjut dia, dampak yang paling dirasakan adalah kenaikan harga sayur yang membuat masyarakat enggan untuk membeli sayur yang menurut mereka sangat mahal tersebut.

“Rapat ini merupakan tindak lanjut dari dampak yang dirasakan masyarakat sejak terjadinya pengusiran beberapa waktu lalu. Sayur yang dulunya satu ikat 5.000 rupiah, sekarang dia sudah naik jadi 10.000 rupiah. Rata-rata harganya demikian. Tentunya dengan kenaikan ini, masyarakat juga enggan untuk membeli di pasar, karena masih ada beberapa kios kecil yang harganya masih terjangkau yang bisa dipilih mereka. Akhirnya, sayur yang dijual ini tidak laku, dan terbuang percuma karena sudah layu bahkan busuk,” ungkapnya.

Menurutnya, pedagang sayur non OAP saat ini sudah membuka kios-kios kecil di dekat tempat tinggalnya, bahkan di depan perkebunan mereka, dengan harga lama saat mereka masih berjualan di pasar Krooy Kaimana, yaitu dengan harga Rp.5.000 / ikat.

“Pasca pengusiran, pedagang non OAP ini mereka membuka lapak di pinggir jalan atau pinggir halaman rumah mereka. Mereka menjual sayuran dengan harga 5 ribu rupiah per ikat. Sehingga masyarakat lebih memilih untuk mencari sayur dilapak-lapak ini karena terjangkau. Ini yang membuat pasar sayur belakangan ini kurang pengunjungnya, berbeda dengan beberapa pekan sebelumnya, sebelum ada pengusiran,” ujarnya.

Janoma begitu disapa juga katakan bahwa, untuk memperbaiki situasi kondisi di pasar sayur Kaimana, maka pihaknya harus memberikan pemahaman kepada mama-mama pasar khususnya mama-mama OAP, agar pedagang sayur non OAP juga bisa kembali menjual dagangannya di pasar tersebut.

“Yang menjadi soal bahwa mama-mama OAP ini, mereka ambil sayur dari pedagang non OAP yang rata-rata memiliki kebun, seperti kangkung, sawi dan sayur lainnya. Kalau mama-mama OAP ini palingan hanya jual jantung pisang, daun singkong. Sementara sayur sawi, kangkung, terung, mentimun, dan lainnya ini mereka harus membeli dari non OAP. Setelah mereka beli, kemudian mereka jual kembali tetapi dengan harga tinggi. Maka yang terjadi adalah masyarakat atau pengunjung pasar ini tidak mau membeli di pasar, tetapi mereka akan mencari ditempat yang lebih murah. Oleh karena itu, untuk memperbaiki kondisi ini, maka kalau bisa yang non OAP juga kembali menggunakan pasar ini, agar harga sayur di pasar ini dia bisa turun dan dijual dengan harga yang sama. Daripada, nantinya mama-mama kita yang OAP juga yang mendapatkan dampaknya,” pungkasnya.

Lanjut Janoma, secara hukum, pedagang yang non OAP juga mempunyai hak untuk berjualan di pasar sayur Krooy Kaimana.

“Waktu itu kan pembagian lapak atau meja ini kan ada keputusannya. Dan sudah dibagi semua, baik untuk mama-mama OAP, maupun pedagang non OAP. Sehingga mereka juga punya kesempatan untuk berjualan disana. Ini yang mau kita clearkan terlebih dahulu, sehingga pasar ini dia bisa kembali normal. Kalau semua pedagang sudah menjual sayur dengan harga yang terjangkau, maka tentu pengunjung juga tidak akan lagi mencari diluar pasar, walaupun dengan harga murah, karena dipasar juga mereka sudah bisa membeli sayur dengan harga yang terjangkau. Kami berharap agar dalam waktu dekat setelah pertemuan ini, situasi kondisi di pasar ini sudah bisa berjalan normal kembali,” pungkasnya.(edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *