Defisit 500 KW, PLN Berlakukan Pemadaman Bergilir

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Sejak beberapa perkan terakhir ini, pemadaman bergilir mulai diterapkan PLN Ranting Kaimana. Pasalnya, ada 5 unit mesin pembangkit PLN yang ada di PLTD Kaimana mengalami kerusakan.

Nampak suasana RDP DPRD dengan PLN Ranting Kaimana

Kerusakan ini juga terjadi pada 1 unit mesin pembangkit dari 4 unit pembangkit agrego yang ada di KM 2. Dari kondisi tersebut maka PLN mengalami deficit daya sebesar 500 KW.
Hal ini terungkap ketika DPRD Kaimana melaksanakan RDP dengan PLN Ranting Kaimana, Rabu (26/8) di ruang sidang DPRD Kaimana.

RDP ini dilakukan karena semakin banyak laporan masyarakat yang dikeluhkan ke DPRD Kaimana. RDP ini juga dipimpin langsung oleh Ketua DPRD dengan maksud mencari akar permasalahan dan mencari solusi bersama atas pemadaman bergilir oleh PLN ranting Kaimana ini.

“Untuk kondisi kita saat ini, PLN mengalami deficit sebanyak 500 KW, karena ada beberapa unit mesin PLN yang rusak. Untuk kebutuhan kita di Kaimana ini sekitar 4.050 KW, dan daya yang ada dan tersedia saat ini cuma 3.350 KW. Sehingga kita kekurangan daya sebesar 500 KW, sebagai dampak dari kerusakan mesin kita saat ini,” ungkap Manager PLN Ranting Kaimana, Muhammad Puarada pada saat RDP.

Menurutnya, sesuai dengan rencana, pihaknya sudah memesan sparepart untuk beberapa unit mesin yang rusak dari 5 unit tersebut.

“ Untuk sparepartnya kami sudah pesan, tetapi baru akan tersedia pada bulan September minggu keempat. Karena persoalan ini harus kami laporkan ke manager area dan sesuai dengan estimasinya, baru tersedia pada bulan September minggu ke empat,” ujarnya.

Hal lain yang juga sudah diusahakan oleh PLN adalah rencana menyewa dua unit mesin agrego untuk menjawab krisis listrik di Kaimana ini. “Kalau untuk solusi lainnya, kami berencana untuk kontrak dua unit mesin lagi dari agrego dengan total kesiapan daya sebesar 2 MW. Tetapi untuk dua unit mesin ini baru akan direalisasikan pada minggu ke empat Oktober,” lanjutnya.

Sementara itu, Frans Amerbay, SE dalam rapat dengar pendapat tersebut memberikan masukkan, agar DPRD juga bisa mendorong PLN agar material yang dipesan ini bisa lebih cepat dikirim ke Kaimana sehingga mesin yang rusak bisa langsung diperbaiiki.

“Salah satu solusinya adalah bagaimana agar kita DPRD mendorong menyurati PLN khususnya jenjang yang lebih tinggi. Karena kalau kita berharap langkah dari PLN Kaimana, maka masih harus menunggu lama. Untuk itu, solusi ini yang coba kita dorong, agar sparepart yang rusak bisa segera didatangkan,” ungkapnya.

Sementara itu, PLN Kaimana diminta untuk menyiapkan surat dan alamat permintaan sparepart untuk disampaikan ke DPRD Kaimana.

“ Dari pertemuan kita hari ini, maka disimpulkan bahwa DPRD akan menyurati jenjang PLN yang lebih tinggi dari ranting Kaimana agar sparepartnya ini bisa segera tiba di Kaimana. Mungkin PLN harus menyampaikan kepada kami kepada siapa dan alamat yang dituju sehingga kami bisa menyurati mereka. Kami juga berharap agar persoalan krisis listrik di Kaimana ini bisa segera kita atasi sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan,” ungkap Ketua DPRD Kaimana, Irsan Lie pada saat menutup Rapat Dengar Pendapat tersebut. (edo)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *