DAP : LAUNCHING TEKNOLOGI INOVATIF KOMODITI PALA MULTIGUNA

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Inovasi teknologi merupakan syarat mutlak bagi penciptaan nilai tambah dan daya saing suatu komoditas, bahkan dapat berkontribusi bagi daya saing daerah. Keadaan inilah yang diterapkan pada tanaman Pala Papua (Fakfak), yang merupakan salah satu komoditas unggulan di Papua
Barat.

Tanaman ini dikembangkan sebagai tanaman asli setempat, tumbuh dan berproduksi
secara alami. Tanaman Pala menghidupi lebih dari sepuluh ribu kepala keluarga di wilayah
Fakfak dan Kaimana, Papua Barat.

Pala memiliki nilai ekonomis dan multiguna karena setiap bagian tanaman dapat dimanfaatkan dalam berbagai industri. Biji pala dan fuli adalah bagian terpenting sebagai komoditas ekspor untuk berbagai produk antara lain, minyak atsiri dan oleoresin untuk industri obat-obatan, parfum
dan Kosmetik.

Produk lain yang dapat dibuat dari biji pala adalah trimiristin (mentega pala) atau fixed oil yang dapat digunakan untuk minyak makan dan industri kosmetik, bahkan dapat digunakan sebagai pelumas. Daging buah pala dapat dimanfaatkan untuk diolah menjadi manisan, asinan, dodol, selai, anggur dan sari buah (sirup) pala.

Meskipun demikian, masih terdapat beberapa permasalahan pokok untuk meningkatkan daya saing (comparative advantage) Pala Papua antara lain: (i) petani sulit memperdiksi keragaan produksi antar musim sebagai akibat dari variabilitas iklim, akibatnya sulit untuk mengatur alokasi biaya panen (ii) pemda (dinas) masih sulit mengumpulkan data pala dari tingkat petani.

Atas nama Masyarakat Adat Papua kami mengapresiasi anak-anak Adat Papua yang telah melahirkan ide dan gagasan yang baik untuk mengembangkan Pala menjadi komoditas ekonomi yang akan bersaing di tingkat nasional maupun internasional. oleh sebab itu, atasnama masyarakat adat papua kami menginginkan kehadiran Gubernur dalam membuka dan melaunching Teknologi Inovasi Pala Papua pada hari Rabu, tanggal 27 November 2019 di Kabupaten Fak-fak.

Provinsi ini perlu inovasi atau karya-karya anak negeri untuk memajukan Papua Barat, Menteri Pertanian akan hadir dan juga kami harap Gubernur dan Bupati Fak-fak turut ambil bagian.

Rencananya akan dilaunching oleh Gubernur Papua Barat. Masyarakat Adat di Fak-fak dan Kaimana mengaharapkan kehadiran Pak Gubernur.

inovasi seperti ini yang akan memajukan Papua Barat dan menjadikan Papua Barat sebagai provinsi inovatif.

hormat kami,
Dewan Adat Papua Wilayah III DOBERAY

Ketua,
Mananwir Paul Finsen Mayor,S.IP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *