DAP Desak Bupati Manokwari Untuk Memberikan Perhatian Serius Kepada Puluhan Anak OAP tidak Sekolah dan Tanpa Pelayanan Pemerintah

Papua Barat
Bagikan berita ini

Manokwari,Honaipapua.com, -Dewan Adat Wilayah III Doberay Papua Barat sebagai Rumah Besar Masyarakat Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat yang membawahi 10 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Papua Barat ini sangat Prihatin dengan kondisi Masyarakat Adat Papua di Dusun Mihij, Kampung Desay Distrik Prafi Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Kepada media ini, Senin (26/9) Ketua DAP Wilayah III Doberay Papua Barat, Mananwir Paul Finsen Mayor,S.IP, mengatakan, Kondisi hidup disana anak-anak Orang Asli Papua terutama dari suku Besar Arfak tidak sekolah. Mereka hanya ada dirumah saja padahal diusia yang sangat muda harus ada di bangku PAUD maupun SD ataupun SLTP tapi sayang seribu sayang, mereka tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan.

Kalau generasi muda Orang Asli Papua seperti ini, maka kita sudah tahu 20 tahun ke depan Generasi muda Orang Asli Papua akan sangat minim.

” Kami mendesak Bapak Bupati Kabupaten Manokwari agar segera memberikan perhatian serius kepada anak-anak orang Asli Papua yang hidup tanpa pelayanan pemerintah daerah kabupaten Manokwari, “tegas Paul.

” Masyarakat adat di dusun Mihij Kampung Desay Distrik Prafi Kabupaten Manokwari mereka ini hidup listrik, air, jalan, dan pelayanan publik lainnya, “beber Paul.

Kemana dana Otsus selama ini? Kenapa orang asli Papua masih hidup menderita seperti ini? Padahal anak-anak asli Papua yang menjabat sebagai pemimpin daerah ini…!

” Kami mendesak sesegera mungkin setelah berita ini sudah viral beberapa hari ini harus ada kebijakan serius dari bapak Bupati kabupaten Manokwari agar ada pelayanan publik baik pelayanan kesehatan, pendidikan dan pembangunan sarana prasarana infrastruktur agar masyarakat ini dapat tersentuh oleh pemerintah daerah kabupaten Manokwari, “tegas Paul lagi.

Lanjut Paul, Akibat dari kemiskinan yang dialami masyarakat adat di dusun Mihij,  Kampung Desay ini akhirnya menyebabkan meningkatnya angka pengangguran, banyaknya kasus putus sekolah, menurunnya kualitas generasi penerus, dan tidak menutup kemungkinan besar bahwa kedepannya akan muncul tindakan kriminalitas di daerah ini.

Kondisi hidup di Dusun Mihij, Kampung Desay, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari ini sebenarnya salah satu contoh dari sekian banyak kasus yang sama disemua kabupaten dan kota di Provinsi Papua Barat ini.

Pertanyaannya adalah Kemanakah dana Otsus selama 20 tahun ini? Kenapa masyarakat adat Papua tidak tersentuh oleh pelayan pemerintah daerah selama 20 tahun ini? Semoga Bapak Bupati Kabupaten Manokwari segera bisa Mengatasi masalah ini. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *