Dandim 1803 : “Jika terjadi kerumunan di Pasar, Satgas Covid-19 Fakfak bisa Bubarkan”

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

FAKFAK,Honaipapua.com, -Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf Doddy Yudha S.I.P., M,Tr (Han) menegaskan, satgas bisa menutup sementara pasar jika terjadi kerumunan warga yang sangat ramai dan sulit dikendalikan.

Alasannya karena berpotensi terjadi peningkatan penularan Covid-19.
Dia mengatakan, Pasar Seberang,Kelapa Dua,Torea dan Pasar yang ramai dikunjungi warga sehingga menjadi perhatian Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Fakfak.

“Di Pasar ini kesemrawutan dan sampahnya, menjadi perhatian. Pada tahun ini bukan hal itu saja yang menjadi perhatian, tapi ramainya pengunjung yang terjadi kerumunan. Satgas berusaha mengatur mobilitas warga yang datang ke pasar ini, untuk mencegah kerumunan yang dapat menimbulkan kenaikan Covid-19,” katanya di kabupaten Fakfak,Provinsi Papua Barat, Senin (2/8/2021)

Menurutnya, penularan Covid-19 di Kabupaten Fakfak saat ini sudah terkendali, tapi pada tingkat nasional ada indikasi peningkatan penularan Covid-19. Karena itu, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Fakfak berusaha keras mencegahnya, agar tidak terjadi peningkatan.

“Kalau tidak dicegah dan lalai, maka penularan Covid-19 di Fakfak bisa meningkat, karena tingginya mobilitas warga dan terjadi kerumunan-kerumunan,” jelasnya kepada media ini.

Doddy menambahkan, Kodim 1803/Fakfak, Pemerintah Kabupaten Fakfak Satpol PP dan Polres Fakfak yang dibantu anggota TNI dari Denpom saat ini fokus untuk mencegah mobilitas dan kerumunan warga terutama di pasar-pasar di Kabupaten Fakfak.
“Kami melakukan koordinasi dan konsolidasi untuk secara teknis menerbitkan kebijakan yang dapat dipahami warga agar dipatuhi, baik manajemen traffic, rekayasa lalu lintas, pengaturan parkir, dan akses masuk ke pasar. Kebijakan tersebut diberlakukan dengan sangat ketat,” jelasnya.

Dia menegaskan, kalau di pasar terjadi kerumunan dan sulit dikendalikan, maka pasar tersebut bisa ditutup sementara. “Jangan sampai terjadi kemacetan arus lalu lintas, kesemrawutan di pasar terjadi penumpukan dan kerumunan yang ramai,” tutupnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *