Charlie: ‘Tidak ada Cari Lain Selain Menghujat. Itulah Mereka’

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Charlie Richart E. Maipauw salah satu tim kampanye pasangan calon nomor urut 2, RISMA sangat menyangkan kondisi poilitik yang saat ini terjadi di Kaimana. Pasalnya, moment pilkada terutama kampanye saat ini, dimanfaatkan oleh oknum untuk menjatuhkan, memfitnah bahkan menghujat pasangan calon yang lain, maupun orang lain.

Charllie Richart E. Maipauw, saat Kampanye RISMA di Kompleks Pasar (Kompas)

Hal ini disampaikannya saat orasi politik di Kompleks Pasar Baru (KOMPAS), Kamis (8/10) malam kemarin. “ Kalau kit abaca situasi politik saat ini, berdasarkan data yang kita punya, dorang bilang dorang sudah 80 persen. Memangnya dong lawan tembok kah? Dong lawan batang pohon kah? Tapi itulah cara mereka untuk meyakinkan orang. Kalau tidak tipu, tidak menghujat tidak bisa. Kenapa? Karena kemampuan sumber daya yang kerja disitu nol. Jalan cerita-cerita orang, itu artinya bodok,” ungkapnya.

Charlie juga meluruskan bahwa, Rita Teurupun, S.Sos berbeda dengan Matias Mairuma dalam hal pemikiran-pemikirannya.

“Ibu ini pikirannya beda. Boneka ini yang pernah meraih prestasi sebagai sekda terbaik Provinsi Papua Barat. Boneka ini yang menjabat sebagai pamong, dan menjadi pamong terbaik diseluruh Kabupaten Kaimana ini. Kalau kit abaca situasi kekuatan politik di lapangan saat ini, sudah tidak ada cara lain lagi, kalau tidak menghujat,” ujarnya.

Dirinya juga berharap agar dimasa pilkada terutama kampanye seperti sekarang ini, yang perlu dilakukan adalah adu gagasan, konsep serta visi dan misi pasangan calon. Tidak kemudian menghujat orang lain untuk kepentingan politik.

“ Harusnya seperti ini, berikan pendidikan politik kepada pemilih, supaya pemilih tidak bingung. Jadi pesan untuk kita semua, masuk di TPS, buka kertas, lihat yang pakai jilbab dan pakai rumbai Papua, coblos itu. Tapi kalau mulai dari pertama kampanye, jalan cerita orang punya tra baik, walaupun itu tidak benar, apakah kita mau dukung manusia model begini kah? Kalau kita dukung mereka berarti kita masuk dalam dosa,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *