Bupati Maybrat Minta Presiden Harus Menjawab Aspirasi Masyarakat Papua 

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Maybrat,Honaipapua.com, -Bupati kabupaten Maybrat Drs.Bernard Sagrim.MM meminta Presiden Republik Indonesia Ir.Joko Widodo agar membuka penerimaan CPNS diatas tanah Papua harus diangkat semua orang asli Papua itu 100 %, pengumuman hasil tes CPNS formasi 2018 harus dikembalikan kepada kepala daerah ditanah Papua, untuk menentukan agar bisa menjawab kebutuhan didaerah masing-masing.

Selain itu juga pengusulan daerah otonom baru yang  belum terjawab itu, perlu dijawab dan lakukan pemekaran seluruhnya agar semua formasi CPNS yang diminta itu harus bekerja di Provinsi dan kabupaten/kota yang dimekarkan diatas tanah Papua.

Lanjut Bupati Bernard Sagrim, pemerintah pusat harus memberikan kewenangan kepada Gubernur , Bupati dan walikota se tanah Papua untuk menggunakan dana otonomi khusus (Otsus) untuk kasih gaji kepada masyarakat Papua, khususnya di kabupaten Maybrat.

Terhitung sejak tahun 2020 mendatang, Bupati Maybrat akan mengunakan dana otonomi khusus untuk membayar gaji kepada orang asli Papua dikabupaten Maybrat, pembayar gaji setiap bulan mulai dengan Rp.300,000; 500.000; -1.500.000; bagi pemuda, orang dewasa yang tidak berkeluarga dan mereka yang berkeluarga dibayar sesuai dengan status kependudukan, “ujar Bupati Bernard Sagrim.

Ditambahkan Bupati Bernard Sagrim, untuk membangun orang Papua itu bukan dengan teori,tetapi bagun orang Papua itu dengan kerifan lokal , budaya dan adat-istiadat yang belaku diatas tanah Papua. Pemberian gaji kepada orang asli Papua itu Jagan dilihat dari nilainya tetapi kebijakan, “Ujar Bupati Bernard Sagrim, Selasa (27/8/2019).

” Masa Presiden bisa gunakan dana pinjaman bisa pindahkan ibukota negara yang tidak Urgen atau mendesak  dari Jakarta ke Kalimantan, baru kenapa orang Papua yang selaku penguasa diatas tanah Papua tidak melakukan sesuatu yang baik bagi orang asli Papua, agar mereka bisa tenang dalam NKRI, maka solusinya adalah dana Otsus digunakan untuk kasih gaji orang Papua, “tutup Bupati Bernard Sagrim. (ones)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *