Bupati Kaimana Akui Budidaya Rumput Laut Belum Optimal

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Sudah sekian tahun ini, budidaya rumput laut belum menuai hasil yang signifikan, terutama berdampak bagi peningkatan ekonomi masyarakat petani rumput laut, walaupun sudah banyak anggaran yang dikeluarkan untuk program ini. Pemerintah Daerah Kabupaten Kaimana terutama dinas perikanan Kabupaten Kaimana, belum mempunyai metode yang tepat untuk mengembangkan budidaya rumput laut ini.

Hal ini juga diakui oleh Bupati Kaimana, Drs. Matias Mairuma ketika dikonfirmasi usai peringatan detik-detik proklamasi di Kantor Pemda Kaimana, Senin (17/8) kemarin.

Ketua Komisi B DPRD Kaimana, Herri Meturan

Menurutnya, masih ada metode yang salah terkait program rumput laut di masyarakat. “ Kalau rumput laut ini kan mungkin karena budaya kita saja, yang memang belum mau menerima budidaya ini. Tetapi kalau potensi laut, kita punya itu dan jujur laut kita masih jauh lebih bersih dari beberapa daerah yang memiliki budidaya rumput laut. Ketika kita bandingkan dengan Mairasi, potensi laut kita justru lebih bersih, apalagi sudah dicanangkan sebagai agrowisata maupun ekowisata. Tetapi sampai hari ini belum memberikan dampak yang besar bagi peningkatan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, kekurang berhasilan budidaya rumput laut ini lebih kepada kurang tepatnya metode yang digunakan oleh dinas terkait.

“Atau mungkin ada metode atau pendekatan yang keliru. Sehingga kendala ini harus kita carikan solusinya. Daripada kita bicarakan program yang muluk-muluk, lebih baik kita bicara program yang simple, yang bisa dan mudah digeluti oleh masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, menanggapi soal budidaya rumput laut ini, Ketua Komisi B DPRD Kaimana, Hery Meturan menilai bahwa selama ini metode yang digunakan masih kurang tepat.

“Selama ini kan, metode yang digunakan adalah metode long line yaitu dengan menggunakan tali panjang yang dibentangkan. Sehingga kalau kita sandingkan dengan kondisi perairan kita di Kaimana ini, maka kurang tepat, karena perairan kita berbatasan langsung dengan laut lepas dan mempunyai gelombang yang cukup kuat. Sehingga metode long line ini, saya pikir kurang tepat,” ungkapnya.

Menurut Hery, metode yang paling tepat digunakan adalah metode lepas dasar yang biasa digunakan pada perairann yang berpasir atau berlumpur pasir, agar mudah menancapkan tiang pancang.

“Artinya penentuan metode ini juga menjadi salah satu point yang harus dipertimbangkan, karena dalam berudi daya rumput laut ini juga, harus melihat situasi kondisi geografis yang ada disuatu daerah. Saya pikir metode lepas dasar inilah yang paling tepat untuk masyarakat kita yang ada di Kaimana ini,” ujarnya.

Hery juga mengatakan bahwa, pasaran rumput laut ini sudah ada. Tinggal bagaimana agar Kaimana bisa memproduksi rumput laut sesuai dengan kemauan pasaran, dimana rata-rata pembeli meminta puluhan ton rumput laut dalam satu bulan.

“Kalau pasar memang sudah ada, dan itu tersedia, jikalau kita mampu hasilkan rumput laut dalam jumlah yang besar. Karena pembeli rumput laut ini, rata-rata membeli dalam jumlah yang sangat besar. Tidak hanya satu dua ton. Ini yang harusnya menjadi tantangan bagi pemerintah daerah kita, khususnya dinas perikanan agar lebih optimal lagi dalam mengembangkan budidaya rumput laut ini,” pungkasnya. (edo)

1 thought on “Bupati Kaimana Akui Budidaya Rumput Laut Belum Optimal

  1. Mngkin orng yng kelolah tdak berpengalaman dlam pekerjaan rumput laut,cba msuk kan orng yng biasa krja rumput laut spa tau bisa membantu,krna rumput laut itu orng yng btul”pintar tanggani apa lgi air laut di Kaimana trllu bagaram,mhon maaf klau ada kata”ku kurng baik🙏🙏🙏

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *