BBKSDA Papua Barat Musnahkan Ratusan Ekor Buaya

Papua Barat
Bagikan berita ini
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares

Sorong, Honaipapua.com,- Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat melakukan pemusnahan ratusan ekor buaya yang mati akibat dibunuh warga di SP1 Distrik Mariat Kabupaten Sorong, Senin (16/7). Pemusnahan dilakukan petugas BBKSDA dengan cara dibakar kemudian ditanam.

Kepala Bidang Teknis BBKSDA Papua Barat, Heribowo mengatakan, total buaya yang mati sebanyak 292 ekor. Namun, yang dimusnahkan hanya sebanyak 282 ekor karena 10 ekor dijadikan sampel yakni  jenis buaya muara dan buaya nofa.

Jika dilihat dari jenisnya, lanjut Heribowo, buaya muara dilindungi namun untuk wilayah Papua telah ditetapkan sebagai satwa buruh sehingga dapat dimanfaatkan untuk diperdagangkan tetapi harus melalui aturan serta mekanisme yang berlaku.

“Terkait ijin penakaran, sepengetahuan kami sudah ada sejak 2013 lalu dan akan berakhir tahun 2018 ini. Dan terkait ada pelanggaran di dalam kasus ini, sepenuhnya kami serahkan kepada Balai Gakum dan Polres Sorong,”ujar Heribowo kepada para pewarta di lokasi pemusnahan.

Secara terpisah, Kapolres Sorong AKBP Dewa Made Sidan Sutrahna S.IK melalui Kasat Reskrim, AKP Syaifurrahman mengatakan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) berdasarkan pasal 170 dan pasal 406 tentang pengrusakan yang dilakukan secara bersama-sama.

“Ada beberapa tempat yang dirusak massa sebagaimana dilaporkan pemilik penakaran buaya. Dan untuk kelalaian dari pemilik penakaran, kami terapkan pasal 359 KUHP, oleh karena itu kami lakukan olah TKP guna mencari tahu apakah ada kelalaian atau tidak. Kita sudah ukur tinggi tembok kolan, apakah sesuai atau tidak, dalam hal ini kita tetap berkoordinasi dengan BBKSDA,”jelas Kasat Reskrim sembari menambahkan, pihaknya belum dapat menyimpulkan kasus tersebut, karena masih dalam pemeriksaan.

Sementara itu, Sekda Pemerintah Kabupaten Sorong, Ir Moh Said Noer M.Si mengatakan, terkait kejadian itu maka pihaknya sedang mencari jalan keluar yang terbaik agar tidak menumbulkan masalah.

“Pihak penakaran sudah punya ijin yang diberikan sesuai prosedur,”ujar sekda saat ditemui para pewarta di Kantor BBKSDA Papua Barat Km 16 Kota Sorong.

Terkait dengan informasi bahwa Pemkab Sorong akan mencabut ijin penakaran, menurut sekda akan dilakukan kajian. Sebab, ijin tidak mungkin langsung dicabut karena ada prosedurnya.

“Nanti kita akan lihat jarak antara penakaran buaya dan pemukiman warga, yang pasti kita akan lihat apakah memenuhi syarat atau tidak, semua harus dikaji,”ujar sekda sembari mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib.

“Pemerintah bersama pihak-pihak terkait sudah ke rumah duka guna mencari solusi. Dengan kejadian ini jangan kita bertindak yang tidak-tidak guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,”tandas sekda. (wyr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *