Bawaslu Kaimana Buka Pendaftaran Panwas TPS Mulai 3 Oktober

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Pembentukkan panwas TPS merupakan salah satu tahapan yang harus dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Kaimana dan jajarannya. Panwas TPS merupakan salah perangkat dari Bawaslu untuk mengoptimalkan pengawasan selama 30 hari kerja, yakni, 23 hari sebelum hari H pungut hitung, dan 7 hari kerja setelah hari H pungut hitung.

Ketua Bawaslu Kabupaten Kaimana, Karolus Kopong Sabon, SE

Untuk itu, terhitung mulai tanggal 3 Oktober – 15 Oktober yang akan datang, panwascam mulai membuka pendaftaran panwas TPS dimasing-masing distrik. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Kaimana, Karolus Kopong Sabon, SE ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (30/9). Pendaftaran ini akan dimulai terlebih dahulu dengan pengumuman pendaftaran panwas TPS yang mulai dilakukan 30 September sampai 02 Oktober besok.

Tahapan pembentukan panwas TPS ini juga mengacu pada Keputusan Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI dengan Nomor: 0329/K.BAWASLU/HK.01.00/IX/2020 tentang pedoman pelaksanaan pembentukkan panwas TPS dalam pemilu 2020. Surat ini kemudian ditindaklanjuti oleh Bawaslu Provinsi Papua Barat dengan instruksinya kepada Bawaslu kabupaten/kota yang melaksanakan pilkada tahun 2020 dengan Nomor: 175/K.PB/KP.01.00/IX/2020.

Instruksi dari Bawaslu tertanggal 29 September ini juga kemudian dtindaklanjuti oleh Bawaslu Kabupaten Kaimana dengan instruksi pembentukan panwas TPS dengan Nomor: 300/K.PB-02/PM.02.00/IX/2020 dengan sifatnya sangat segera kepada seluruh panwas kecamatan yang ada di Kabupaten Kaimana.

“Sesuai dengan keputusan Bawaslu RI dan instruksi dari Bawaslu Papua Barat, kami sudah menginstruksikan juga kepada panwas kecamatan yang ada di Kabupaten Kaimana untuk segera membentuk panwas TPS dimasing-masing distriki. Sesuai dengan jadwalnya maka mulai hari ini 30 September, kami sudah harus mengumumkan atau sosialisasikan tahapan pendaftaran ini kepada public. Sementara, untuk pendaftarannya sendiri akan dilaskanakan tanggal 3 Oktober sampai 15 Oktober besok. Dan tahapan ini akan dilakukan dimasing-masing distrik,” ungkapnya.

Lanjut Karolus, persyaratan untuk mendaftar sebagai panwas TPS di masing-masing panwas distrik hampir sama dengan persyaratan pendaftaran bagi panwas distrik. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh pendaftar antara lain; WNI, pada saat pendaftaran berusia paling rendah 25 tahun, berpendidikan paling rendah SMA sederajat, diutamakan dari TPS setempat, tidak terlibat dalam keanggotan partai politik. Calon pendaftar harus mengajukan surat lamaran yang ditujukan kepada panwaslu kecamatan dengan melampirkan beberapa persyaratan antara lain; surat pendaftaran ditujukan ke panwas distrik, fc KTP-EL atau surat keterangan dari disdukcapil yang masih berlaku, pas foto setengah badan terbaru ukuran 3 X 4 sebanyak 2 lembar, FC ijazah pendidikan terakhir yang disahkan oleh pejabat berwenang, daftar riwayat hidup, dan juga surat pernyataan bermaterai yang memuat 11 item yang nantinya akan diisi pendaftar pada saat mendaftar sebagai panwas TPS.

“Memang untuk memaksimalkan itu, maka ada baiknya petugas Panwas TPS ini dari TPS setempat, sehingga tidak terlalu sulit pada saat hari H, karena dia langsung bisa memilih di TPS-nya. Untuk pendaftar sendiri dibuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat. Jadi untuk PNS ataupun juga tenaga kontrak kesehatan dan guru, juga diberikan kesempatan untuk ikut mendaftar. Kalau untuk PNS atau tenaga kontrak, memang harus menyertakan dengan surat persetujuan dari atasannya, sehingga tidak bermasalah saat melaksanakan tugasnya,” ujarnya.

Karolus juga berharap agar masyarakat Kaimana bisa ikut berpartisipasi dalam pemilihan kepala daerah dengan menjadi panwas TPS di 172 TPS di Kabupaten Kaimana.

“ Untuk sementara ini kan, jumlah TPS kurang lebih 172 TPS. Tetapi TPS ini tergantung juga dari DPT yang nantinya akan ditetapkan tanggal 16 Oktober. Mungkin TPSnya bertambah atau juga ada kemungkinan berkurang. Pasti kita akan sesuaikan. Pada saat penetapan DPT ini kan proses pendaftaran panwas TPS masih berlangsung, sehingga ketika TPS-nya sudah final oleh KPU Kaimana, maka kita akan sesuaikan juga dengan jumlah panwas TPS yang nantinya akan diterima. Untuk pendaftar memang tidak diatur secara rinci, tetapi minimal dari satu TPS itu, harus ada dua pendaftar. Kami juga tegaskan bahwa, untuk menjadi panwas TPS ini, adalah mereka yang tidak terlibat dengan partai politik atau dengan salah satu pasangan calon, misalnya menjadi tim suskes, ataupun relawan paslon dan tidak berafiliasi dengan salah satu parpol atau pasangan calon,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *