1 Pasien Covid-19 Kaimana Meninggal, 44 Terkonfirmasi Positif

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Setelah dirawat kurang lebih 2 hari di ruang isolasi Covid-19 Kaimana, akhirnya salah satu pasien usia 47 tahun meninggal pukul 15:35 WIT. Pasien laki-laki ini dirawat di ruang isolasi Covid-19 Kaimana dengan Coormobid DM type 2 + Suspect CVA Infark, Plus Suspect Sepsis, plus metabolic sindrom. Laki-laki ini juga dari hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dia mengalami pneumonia sedang berat.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kaimana, dr. Alberth Kapitarauw ketika dikonfirmasi melalui telepon celularnya, Senin (30/11).

“Pasien ini dirawat di ruang isolasi selama 2 hari, setelah hasil pemeriksaan swab dinyatakan positif, makanya dirawat di ruang isolasi covid-19 Kaimana,” ungkapnya.
Jubir satgas Kaimana juga mengatakan bahwa pasien yang meninggal ini dinyatakan positif Covid-19 karena transmisi lokal. “Tidak ada kluster saat ini. kemungkinan sudah harus dipikirkan transmisi lokal,” ujarnya.

Ketika disinggung soal proses pemakaman pasien Covid-19 yang meninggal, lanjut dr. Alberth Kapitarauw, seharusnya pemakaman pasien Covid-19 yang meninggal mengikuti protokol kesehatan. “Sampai saat ini kami belum dapat info. Seharusnya mengikuti protokol yang ada,” tuturnya.

Sementara itu, sampai dengan saat ini, jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 untuk Kabupaten Kaimana sebanyak 44 orang. “Sampai dengan saat ini, jumlah yang terkonfirmasi Covid-19 berjumlah 44 orang. 2 orang diantaranya adalah staf rumah sakit yang melayani pasien Covid-19,” ujarnya.

dr. Alberth juga berharap agar pemerintah daerah Kabupaten Kaimana dan juga pihak RSUD Kabupaten Kaimana untuk memberikan perhatian kepada seluruh tenaga kesehatan yang bekerja menangani Covid-19 di Kaimana.

“Saat ini kami berharap dan memohon kepada direktur rumah sakit dan pemerintah daerah Kaimana agar memberikan sedikit perhatian kepada NAKES kami yang terdampak akibat bekerja menangani pasien Covid-19,” pungkasnya.

dr. Alberth juga berharap agar ada evaluasi terkait NAKES yang menangani Covid-19 di RSUD Kaimana. “Pasca 2 staf kami terkonfirmasi positif, kami berharap supaya ada evaluasi di link RS dan kami berharap agar ada screning untuk semua staf RS yang bekerja untuk pasien Covid-19,” ungkapnya.(edo)0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *