Warga Timika Palang Jalan Menuju Bandara Baru

Teras Honai
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Timika, Honaipapua.com,- Sebanyak 50 warga pemilik hak ulayat melakukan pemalangan jalan masuk Bandara Baru Mozes Kilangin Timika Papua.

Mereka melakuan pemalangan karena kecewa terhadap Pemda Mimika yang tidak sesuai dengan harapan mereka sebelumnya, melalui Dinas Perbuhungan dan pihak ketiga (pengusaha) yang bernama Sumitro.

Kamis (17/5) sekitar pukul.07.00 Wit warga pemilik hak ulayat sudah melakukan pemalangan badan jalan dengan menggunakan batu dan kayu.

Atas peristiwa itu, pada
pukul 07.15 Wit, Kapolsek KP3 Udara Iptu Robert Tamaela dan anggotanya tiba di tempat kejadian dan memberikan pemahaman kepada warga yang melakukan aksi tersebut.

Dalam kesempatan itu, Kapolsek KP3 Udara menyampaikan, permohonan maaf kepada pemilik hak ulayat karena beberapa  hari sampai minggu kemari dari hasil pertemuan yang telah di lakukan, belum mendapat hasil yang baik.

” Kami minta maaf juga, buat Bapak dan ibu pemilik hak ulayat bandara ini. Kami dari pihak kepolisian siap membantu pertemuan lagi dan akan undang semua pihak yang terkait agar Masalah ini kita harus duduk sama – sama bicara sehingga semua pihak bisa memberi masukan biar jelas dan kami akan membuat surat  undangan berdasarkan surat permohonan dari bapak dan ibu skalian untuk kita tentukan hari apa bisa pertemuan,” tutur Kaplesek.

Sementara itu perwakilan dari pemilik hak ulayat, Karolus, mengatakan, mereka melakukan pemalangan jalan agar pihak Dinas perhubugan atau Pemda Mimika dan pengusaha yang bernama Sumitro dapat mengetahui jelas maksud dan tujuan mereka, dimana pembayaran tanah tersebut tidak sesuai dengan harapan mereka.

” Kami terus melakukan palang jalan, sampai Sumitro dan Pemda datang agar masalah ini jelas dan segera diselesaikan ” ungkapnya karolus.

Lanjutnya, selama ini ada beberapa keluarga yang menunggu kepastian soal tanah milik mereka. Mereka juga sudah membuat surat ke Pemda tetapi tidak pernah di tanggapi, dan juga pembayaran tanah ini tidak sesuai dengan nilai tanah sehingga Masyarakat sangat kecewa.

” Sumitro ukur tanah tidak libatkan masyarakat Sehingga saat ini kami minta kapolsek tolong memfasilitasi kami ulang untuk menyelesaikan masalah ini” tutur karolus.

Sementara itu, seorang ibu asal timika Tresia Magal menyampaikan bahwa  pengusaha yang bernama Sumitro sudah menipunya sebab hanya dibayar Rp 300 juta saja untuk dirinya.

” Jadi sekda dengan Pertamina harus selesaikan dulu masalah ini. Jadi kami yang pemilik tanah di bandara kita semua kumpul dan bicara minta selesaikan masalah dulu” ungkap Tresia Magal.

Sementara itu, Dari hasil negosiasi pihak kepolisian dengan pemilik hak ulayat akhirnya warga mau membuka palang jalan. (tmk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *