WAKAPOLDA PAPUA PIMPIN KEGIATAN PEMBEKALAN MATERI KEPADA ABIT DIKREG LVII SESKOAD TA. 2020 KODAM XVII CENDERAWASIH

Teras Honai
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Jayapura,Honaipapua.com, -Kamis 13 Agustus 2020, bertempat di Aula Rupatama Polda Papua telah dilaksanakan Kegiatan Pembekalan Materi Kepada Abit Dikreg Lvii Seskoad Ta. 2020 Kodam XVII Cenderawasih, kegiatan di pimpim langsung oleh Wakapolda Papua Brigjen. Pol Drs Yakobus Marjuki.

Kepada media ini via pesan Whatsapp, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Drs Ahmad Musthofa Kamal, SH, mengatakan, peserta yang ikut dalam kegiatan yaitu Irwasda Polda Papua Kombes Pol. Petrus Patrige Rudolf Renwarin, SH, Karo Ops Kombes Pol Gatot Heriwibowo, SIK, MAP, Dir Intelkam Kombes Pol. Alfred Papare, SIK serta As Pers Kodam XVII.

Dalam kesempatannya Wakapolda Papua menyampaikan bahwa, di Papua rasa nasionalisme masih sangatlah kurang sehingga pengaruh dari kelompok kelompok berseberangan seperti ULMWP dan KNPB yang bertentangan dengan Negara masih kita dapatkan sebagian di warga.

” Kami meminta agar pada saat menjadi pemimpin tidak salah dalam mengambil kebijakan dan keputusan pada situasi apapun sehingga tidak terjadi konflik atau gangguan gangguan yang dapat mengganggu kestabilan keamanan, sehingga kita tidak boleh lengah terhadap ormas – ormas yang bergerak melalui jalur agama atau apapun itu. Kita ketahui Bersama bahwa kelompok Separatis atau seirng kita sebut KKB ini memiliki inti kelompok, “ujar Waka Polda.

Dikatakan Waka Polda, terkait dengan Otonomi Khusus yang saat ini sedang hangat dibicrakan dimedia kita harus kembali kepada kebijakan bersama yaitu pendekatan kesejahteraan karena kita ketahui bahwa tuntutan sebagian masyarakat di Papua adalah ingin memisahkan diri, sehingga kita tidak bisa melakukan pendekatan lain selain melakukan pendekatan-pendekatan yang humanis.

Menurut Waka Polda, Faktor Pendidikan juga merupakan hal yang penting di Papua dimana masih banyak sekali anak asli Papua yang berada di daerah daerah pedalaman belum mendapatkan Pendidikan yang layak, namun mereka mendapatkan pemahaman yang salah dari kelompok kelompok yang bertentangan dengan negara, ini menjadi tantangan kita kedepan sehingga mereka dapat bebas dari pengaruh pengaruh negatif dan tetap berpikiran positif dalam membangun Papua kedepan.

” Sebagai pemimpin harus dapat merubah kendala menjadi peluang karena di Papua banyak sekali kendala untuk seorang pemimpin. Kita harus mewaspadai terhadap modus – modus yang akan digunakan oleh kelompok tertentu untuk menyerang Pemerintahan serta TNI dan POLRI, “tutur Wakapolda.

Waka Polda menambahkan, untuk PON sendiri kita masih menunggu tanggal pelaksanaan nya namun untuk kesiapan pengamanan kita sudah merencanakan dan siap untuk mengamankan pelaksanaan PON yang seharusnya kita laksanakan pada tahun 2020 diundur di tahun 2021 karena adanya pandemi covid 19 yang melanda negara kita.

Sementara As Pers Kodam XVII Cenderawasih dalam kesempatannya mengatakan bahwa Kepemimpinnan di lapangan memang perlu kita kembangkan di Papua. Pemimpin harus berani mengambil resiko dan mengetahui keadaan di lapangan.

” Apa yang telah disampaikan oleh Wakapolda bisa menjadi pedoman untuk kita semua dalam pelaksanaan tugas, “ujar As Pers Kodam.

Kata As Pers, melakukan langkah langkah strategis, karena kami sangat yakin bahwa kelompok kelompok yang mendukung adanya separatis di Papua sampai saat ini masih eksis dan sudah berada di Tanah Papua untuk menghasut masyakat serta mendukung kelompok yanh bertentangan dengan Negara kita.

” Meningkatkan SDM(Sumber Daya Manusia) masyarakat asli Papua sehingga tidak mudah terprovokasi terhadap isu politik serta melakukan pendekatan yang humanis kepada masyarakat, “terang As Pers.

Sementara pada kesempatannya Dir Intelkam Polda Papua mengatakan bahwa, tugas kita di Papua berbeda dengan di Provinsi lain. Kita harus melakukan langkah-langkah strategis dimana kita ketahui bersama bahwa sebagian masyarakat di Papua masih berfikir sesuatu yang bertentangan dengan Negara.

” Kita harus bisa merubah gaya dan pendekatan kita kepada masyarakat sehingga mereka melihat TNI dan POLRI sebagai sahabat bukan sebagai musuh mereka, “ucap Dir Intelkam.

” Konflik yang terjadi selama ini dapat segera kita redah dengan melakukan langkah-langkah strategis dengan melakukan pendekatan dengan mengutamakan langkah langkah preemtif untuk membangun opini yang baik di masyarakat agar masyarkat di Papua bisa sadar bahwa kehadiran Negara dalam rangka mensejahterakan rakyatnya, “tambah Dir Intelkam. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *