Tim Survey Papua Terang Di Serang KKSB,Tiga Pucuk Senjata Di Rampas

Teras Honai
Bagikan berita ini
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

PANIAI,Honaipapau.com-,Kelompok Kriminal Saparatis Bersejata (KKSB),Lagi-lagi melakukan aksi teror penembakan,kali ini terhadap Tim Survey Papua Terang pada,Senin (6/8).

Tim Survey Papua Terang yang berjumalah 17 orang dan terdiri dari,tiga orang tenaga ahli PLN,tiga orang tenaga sukarela,sebelas orang Mahasiswa Universitas Cenderawasih (UNCEN) sebanyak tujuh orang yang merupakan mahasisiwa terbaik asal Papua dan empat lainnya dari Universitas Indonesia (UI). 17 Tim Survey Papua Terang itu di pimpin oleh Sugiro yang merupakan Koordinator sekaligus pendamping.

Pada saat tiba di Kabupaten Paniai tim papua terang yang berjumah 17 orang itu melakukan perjalanan mewalui jalur sunggai menuju Distrik Wagemuga dengan menggunakan dua buah speed boad,dan dalam pengawalan 16 orang anggota TNI.

Sekitar Pukul 08.19 WIT,Tim Survey Papua Terang tiba di kampung Wagemuga dan akan melakukan perjalan menuju kampung Kinou,namun sebelum tim tersebut sampai di kampung Kinou Kabupaten Paniai,mereka telah melewati 7 kampung lainnya, diantaranya,Kampung Muyadebe, Kampung Kegomakida, Kampung Uwamani, Kampung Bokoa, Kampung Ugitadi, Kampung Dapaiba dan akan berakhri di Kampung Kinou.Bahkan selama melewati 7 kampung tersebut tim telah melakukan survey dengan cara melaksanakan pengambilan gambar dan melaksanakan pencatatan data elektronik.kehadiran tim di 7 kampung tersebut di sambut warga sekitar dengan baik.

Namun pada saat Tim Vurvey Papua Terang tiba di Kampung Kinou,mereka di hentikan oleh tiga orang warga kampung kinou,dan mengarahkan untuk segerah kembali karena tidak membawa Surat Ijin dari Pemerintah setempat.akan tetapi Sersan Mayor Alpius Gobay melakukan negosiasi dengan ketiga warga tersebut dan memberikan penjelasan terkait Program pemerintah,namun ketiga pemuda itu tertap bersi keras agar Tim Survey harus kembali.

dihentikan oleh 3 (tiga) orang masyarakat Kinou dan diminta untuk kembali karena tidak membawa surat ijin dari Pemda. Selanjutnya Serma Alpius Gobay berusaha untuk negoisasi dengan ketiga masyarakat tersebut, tetapi ketiga orang masyarakat tersebut tetap bersikukuh agar Tim survey kembali.

Untuk menghidari benturan dengan masyarakat, Tim kembali menuju ke pelabuhan Kampung Muyadebe Distrik Wegemuka, tetapi pada saat tiba di Kampung Bokoa, Tim dikejar oleh sekitar 50 orang KKSB dan masyarakat dengan membawa sekitar 10 pucuk senjata laras panjang campuran, panah, parang dan kampak.Tidak beberapa lama kemudian dari kiri, kanan dan belakang rumah penduduk Kampung Bokoa keluar sekitar 30 orang KKSB dan puluhan masyarakat lainnya yang juga membawa sekitar 20 pucuk senjata laras panjang campuran, panah, kampak dan parang untuk mengepung Tim Survey.

Mereka mengeluarkan tembakan secara membabi buta dan berusaha merampas senjata milik anggota TNI. Anggota TNI dibawah pimpinan Serma Alpius Gobay berusaha melakukan perlawanan untuk mempertahankan senjatanya, namun karena jumlah yang tidak berimbang akhirnya KKSB berhasil merampas 3 pucuk senjata senapan Laras panjang.

Sementara itu ratusan warga Masyarakat yang mendukung Tim survey berdatangan dan mengusir kelompok KKSB. Namun untuk menghindari jatuh korban masyarakat sipil dan Tim Survey, Serma Alpius Gobay memerintahkan kepada seluruh anggota agar tidak ada yang mengeluarkan tembakan.

Akibat kejadian tersebut beberapa orang anggota TNI mengalami luka-luka antara lain: Serma Alpius Gobay Bibir pecah kena pukulan benda tumpul, Sertu Yauji luka memar di bagian punggung sebelah kiri kena pukulan balok,Sertu Hardi luka lebam di muka,Kopda Karyadi luka sobek di atas pelipis dan kaki kanan terluka akibat terkena kampak, Prada Irfannudin luka sobek kepala pada belakang, sedangkan Tim survey lainnya dalam keadaan aman dan saat ini seluruh korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Kabupaten Paniai.

Tim survey ini bekerja dalam rangka mendukung program pemerintah Papua Terang, sehingga diharapkan seluruh masyarakat Papua dapat menikmati penerangan listrik hingga pelosok pedalaman papua.

“Namun sangat disayangkan karena adanya sekelompok orang selalu menghambat proses pembangunan di tanah Papua melakukan tindakan kekerasan dan tidak ber-Prikemanusiaan”, Ujar Kapendam XVII/Cenderawasi Kolonel Inf Muhammad Aidi.

“Mereka ini mempersenjatai diri secara Illegal dan selalu membuat kekacauan di tanah Papua, dengan dalih perjuangan kemerdekaan Papua pisah dari NKRI. Padahal merekalah yang telah merampas kemerdekaan Masyarakat Papua. Mereka menciptakan terror, melakukan pembantaian baik terhadap masyarakat sipil maupun terhadap aparat keamanan”,tambah Kapendam

Bayangkan sekelompok Mahasiswa (Sebagian dari mereka adalah putra-putra terbaik asli Papua) beserta tenaga ahli dari PLN melaksanakan survey untuk mewujudkan program Pemerintah Papua terang. Dengan harapan agar seluruh wilayah Papua hingga ke pelosok menikmati penerangan listrik untuk kesejahteraan rakyat. Sebaliknya KKSB menyerang Tim dan melakukan tindakan kekerasan, melukai aparat keamanan, merampas senjata dan yang paling penting mereka menghambat proses pembangunan di Papua.

“Nanti bila aparat keamanan melaksanakan penindakan hukum mereka lantas berteriak-teriak minta perlindungan kepada LSM-LSM, Komnas HAM bahkan Pendeta-pendeta yang mendukung tindakan kekejaman mereka.Jelas Aidi
(tmk/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *