Tiga Warga Meninggal Ditembak KKB Di Nduga Papua

Teras Honai
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Nduga Papua,Honaipapua.com,- Teror Penembakan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata Di bawah Pimimpinan Egenius Kogoya, mengakibatkan tiga orang warga sipil meninggal dunia dan seorang anak kecil dalam kondisi kritis, Senin (25/6).

Pasca Penembakan Pesawat Trigana Air di Bandara Kenyam Distrik Nduga papua pada pukul 09.40, yang membawa anggota BKO Brimob untuk melaksanakan pengamanan Pilkada di kabupaten Nduga Papua dimana saat Landing pesawat di berondong tembakan oleh Kelompok Kriminal bersenjata (KKB).

Setelah itu, Aparat gabungan TNI Yonif 755/Yalet dan Brimob melakukan kontak balasan guna memukul mundur kelompok KKB.

Melalui rilis Kepala Penerangan Kodam Kolonel Muhamad Aidi, menjelaskan, adanya kontak tembak balasan dari aparat gabungan dan melakukan pengejaran terhadap kelompok kriminal bersenjata.

Saat pengejaran dilakukan, kelompok kriminal bersenjata yang melarikan diri itu kemudian menembak tiga warga sipil dan seorang anak kecil.

Korban penembakan oleh KKB diantaranya, Hendrik Sattu Kola tertembak di bagian perut, Margaretha Poli ( istrik hedrik) ditembak dan di bacok di bagian kepala dan Zaenal Abidin tertembak di bagian rusuk kiri.

Sementara Arjuna Kola anak dari pasangan korban Hendrik kola dan Margatha Poli mengalami luka bacok di bagian kepala.

Kelima korban penembakan KKB telah di evakuasi ke Timika dengan menumpang menggunakan pesawat Trigana Air.

Jenazah tiga korban penembakan yang tiba di Bandara Moses Kilangi Timika di sambut isak tangis keluarga.

Para korban langsung di bawah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi, sementara dua orang korban yang kritis dilarikan Kerumah Sakit Mitra Mayarakat (RMM) untuk mendapatkan perawatan medis.

Situasi dan kondisi di Bandara Kenyam Distrik Nduga Papua sudah dinyatakan kondusif setelah aparat gabungan melakukan penyirian dan mengamankan lokasi.

Sementara KKSB Wil Mugi Ndugame Pimpinan Egunius Kogoya ini juga pernah melakukan perampasan senjata SS1 milik anggota Zipur 10 dan menembak mati pekerja jalan PT.PP Almahrum Vicko Sondakh yang sedang melaksanakan proyek jalan Trans Papua.(tmk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *