MANFAATKAN KOMSOS DANRAMIL PERSIAPAN AMBAN DEKATI TOKOH ADAT

Teras Honai
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Manokwari,Honaipapua.com, -Sarana kedekatan terhadap Tokoh Adat Danramil Persiapan Amban, Letda Arh Pande Wayan melaksanakan Komunikasi Sosial bersama Kepala Suku Besar Bapak Yaeba di Kampung Yoom 1, Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, Senin, (30/03/2020).

Peran utama dalam Komunikasi Sosial dalam lingkungan wilayah Teritorial adalah menjadi sarana pendekatan terhadap Sasaran yang menjadi penentu dalam mewujudkan keharmonisan hubungan silaturrahmi yang baik antara TNI dan Rakyat sehingga terbentuk Persatuan dan Kebersamaan menuju Kemanunggalan yang nyata.

Danramil Persiapan Amban Letda Arh Pande Wayan mengatakan tujuan dari Komunikasi Sosial ini untuk menjalin kerjasama yang baik dalam rangka mendukung Tugas Pokok sebagai Aparat Kewilayahan guna terwujudnya Kemanunggalan TNI dengan Rakyat.

“ Keamanan dan kenyamanan merupakan salah satu modal utama yang harus dirasakan oleh seluruh Warga binaan, namun semua itu tidak akan dapat berjalan tanpa adanya dukungan dan kerja sama dari Masyarakat dan Tokoh-tokoh Masyarakat itu sendiri, ” ungkap Letda Arh Pande Wayan.

Dalam kegiatan Komsos tersebut, Kepala Suku Besar, Yaeba sangat menyambut baik kehadiran Danramil Persiapan Amban Letda Arh Pande Wayan tersebut, dan memberikan penjelasan secara menyeluruh tentang Sejarah Adat Istiadat maupun Budaya yang digunakan di wilayahnya sehingga dapat dijadikan bahan data oleh Aparat Teritorial Danramil Persiapan Amban untuk senantiasa mematuhi dan menghormati Adat Istiadat yang berlaku di Wilayah binaan dan mengikuti Norma-norma Budaya yang sudah menjadi kebiasaan Warga binaan.

Dalam penjelasannya, Kepala Suku Besar, Yaeba, berharap penuh kepada Danramil Persiapan Amban, Letda.Arh Pande Wayan, untuk turut serta memberikan Pembinaan kepada Generasi Muda agar turut serta melestarikan Budaya dan Adat Istiadat setempat karena seiring dengan perkembangnya zaman, Budaya Daerah se akan-akan tergerus oleh maraknya budaya luar yang secara tidak langsung merusak tatanan kehidupan generasi muda di wilayah Binaan. (is)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *