Forum Pemilik Hak Sulung (F-PHS) Tambang Freeport Demo

Teras Honai
Bagikan berita ini
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares

TIMIKA-Honaipapua.com-,Sekelompok warga dari tiga kampung yang mengatasnamakan Forum Pemilih Hak Sulung (F-PHS) tambang PT. Freeport Indonesia, melakukan aksi demo di kantor DPRD Mimika, Senin (30/7).

Mereka menuntut agar Pemerintah Pusat harus melibatkan pemilik hak ulayat dalam proses negosiasi ijin usaha pertambangan khusus (IUPK).

Demo damai warga yang mengatasnamakan Pemilik Hak Sulung PT.Freeport Indonesia itu, menuntut agar pemerintah pusat, dalam hal ini Presiden, Menteri ESDM, untuk dapat melibatkan mereka dalam hal proses negosiasi Ijin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang sementara sedang dalam proses.

Bahkan mereka menuntut agar pemerintah segerah memasukan mereka sebagai pemilik hak ulayat dalam  Undang-Undang Minerba, agar wajib melakukan negosiasi bersama kontraktor-kontraktor, yang hendak melakukan pekerjaan di areal gunung tambang Tembagapura.

Menurut Koordinator demo, Alpius Jangkung bahwa, pemerintah setidaknya harus menerima tuntutan pemilik hak ulayat.

“Kami tiga kampung yang terlibat dalam (F-PHS), harus dilibatkan dalam proses negosiasi IUPK, jika tidak kami akan melakukan tindakan yang lebih besar lagi”,tegasnya saat melakukan orasi di Kantor DPRD Mimika.

Selain tuntutan kepada pemerintah pusat, para pendemo juga mendesak DPRD Kabupaten Mimika untuk segera mengeluarkan Peraturan Daerah (PERDA) tentang Forum Pemilik Hak Sulung (F-PHS) untuk tiga kampung yakni, Arwanop, kampung Tsinga dan kampung Waa Banti Distrik Tembagapura, atas kepemilikan hak sulung tambang Freeport, hal itu dilakukan sesuai dengan data identifikasi Universitas Cendrawasih (Uncen).

Usai melakukan aksi demo tuntutan mereka diserahkan kepada DPRD Mimika, Bupati dan Kapolres Mimika serta pihak PT.Freeport Indonesia yang mewakili, dengan harapan dapat menindak lanjuti tuntutan para pendemo.

sebelum melakukan aksi demo di kantor DPRD pendemo berjalan kaki dari titik kumpul menuju kantor DORD Mimika.

Aksi warga ini akibat dari kekecewaan mereka terhadap PT.Freeport Indonesia yang selama ini melakukan pengerukan emas dan tembang di Tembagapura.

Demo warga pemilik hak ulayat tambang PT.Freeport Indonesia yang berlangsung sekitar pukul 11.30.WIT hingga selesai dalam pengawalan aparat gabungan TNI/POLRI. (tmk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *