262 Anak Adu Bakat di MTQ Tingkat Pelajar Kaimana

Teras Honai
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Kaimana kembali menggelar MTQ tingkat pelajar tahun 2019. Kegiatan ini diikuti oleh 262 peserta dari 18 sekolah yang ada di Kaimana, mulai dari jenjang SD sampai SMA/SMK.

Ke-18 sekolah ini antara lain, SD Yapis Kaimana, SDN Krooy, SDN Matoa, SMPN 1 Kaimana, SMPN 2 Kaimana, SMAN 1 Kaimana, SMAN 2 Kaimana, MTs Al Madinah, SMKN 1 Kaimanaa Yapis, SMPN 1 Teluk Arguni, SD Inpres Bofuwer, MIN Matoa, MA Ihya Ulumuddin, MI Lukman Al Hakim, SMP It Lukman Al Hakim, SMA Yapis dan SDN Coa.

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, terhitung 18 November – 20 November mendatang, dan dibuka secara resmi oleh Asisten II Setda Kaimana, Tahmid Husein.

Seluruh peserta sebanyak 262 orang ini akan mengkuiti enam cabang lomba yakni; Tartil sebanyak 62 orang, Tilawah Anak sebanyak 46 orang, Tilawah Remaja sebanyak 8 orang, Hifdzil Qur’an Gol. 1 Juz + Tilawah 31 orang, Syahril Qur’an sebanyak 49 orang (16 regu) dan Fahmil Qur’an sebanyak 66 orang dengan 22 regu.

Ketua panitia pelaksana, Usman Abdullah ketika dikonfirmasi di lokasi kegiatan mengatakan bahwa, kegiatan MTQ tingkat pelajar ini dilakukan dalam rangka menjaring sebanyak mungkin Qori dan Qoriah untuk mengikuti even MTQ baik tingkat provinsi dan tingkat nasional.

“ Sebenarnya kegiatan ini sanga bagus dan ini merupakan langkah kami dari lembaga pengembangan Tilawatil Qur’an untuk menjaring lebih banyak Qori Qoriah terutama di kalangan anak dan remaja. Besar harapan kami bahwa dari kegiatan ini, semakin banyak Qori Qoriah yang muncul di Kaimana,” ungkapnya.

Lanjut pria yang kerap di sapa Upang ini bahwa, kegiatan ini juga sekaligus mengajak kepada seluruh umat muslim di Kabupaten Kaimana untuk terus membaca dan memahami Qur’an.

“ Kalau untuk peserta ini, kami dari LPTQ Kaimana siap untuk membimbing dan membina mereka. Asal punya niat untuk menjadi qori dan qoriah,” ujarnya.

Selain itu, dari 262 peserta ini hanya 30 peserta saja yang berasal dari masyarakat asli Kaimana.

Usman berharap, agar orangtua atau keluarga khususnya umat muslim, untuk terus memberikan semangat dan dorongan kepada anak-anak mereka. Karena dari 262 peserta ini, hanya 30 orang saja yang berasal dari suku asli Kaimana.

” Sangat disayangkan memang, karena sulit sekali bagi kami untuk mencari Qori Qoriaah dari suku asli Kaimana. Oleh karena itu, kami berharap agar dariMTQ tingkat pelajar ini, nantinya bisa masuk Qori Qoriah baru yang akan dibina oleh LPTQ, “pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *