Yunus Saflembolo Siap Mendongkrak Sektor Perekonomian Para Petani

Opini
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Dari perkembangan data BPS waktu ke waktu, sektor pertanian (termasuk peternakan, perikanan, dan perkebunan) masih menjadi sektor pembentuk struktur PDRB nasional nomor dua terbesar, berkisar 13 persenan, setelah industri pengolahan yang memberi kontribusi sekitar 19 persenan.

Bahkan di daerah, kontribusi sektor pertanian rerata berada di atas 20 persen. Dan untuk Sorong Selatan, bahkan sektor pertanian adalah sektor yang sangat dominan. Artinya, sektor pertanian adalah juga sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar.

Sedihnya, para petani acapkali harus berhadapan dengan ketidakpastian harga, baik beras, jagung, atau komoditas holtikultura seperti bawang dan sayuran-sayuran.

Petani menjadi korban pertama dari rezim inflasi rendah, karena serta merta akan menyebabkan harga jual dari petani menjadi sangat rendah. Belum lagi adanya komoditas serupa yang diimpor, yang sangat merusak harga jual petani.

Masalah lainya adalah kurang mendukungnya infrastruktur dasar untuk petani, yang berimbas pada rendahnya kualitas dan produktifitas komoditas yang dihasilkan.

Dan masalah penting lainya adalah pengeringan SDM dan lemahnya sentuhan otoritas dalam meningkatkan kualitas SDM pertanian. Hal ini berakibat pada mengecilnya peluang-peluang inovasi pertanian, yang akhirnya ikut memperkecil kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian nasional ataupun perekonomian daerah.

Ke depan, karena kontribusi sektor pertanian yang masih sangat besar di Sorong Selatan, untuk membuat gerak perekonomian daerah semakin baik, sektor pertanian mendapat perhatian lebih.

Fokusnya adalah peningkatan kualitas SDM pertanian, penyiapan insentif-insentif khusus untuk petani penghasil komoditas, terutama komoditas unggulan dan ekspor, mulai dari masa pratanam, masa tanam, prapanen, maupun pascapanen, melengkapi infrastruktur dasar dan infrastruktur komersial untuk sektor pertanian, menyiapkan regulasi-regulasi pendukung yang mempermudah gerak usaha pelaku pertanian, regulasi penggunaan lahan, perijinan, atau perpajakan.

Selanjutnya, pemerintah daerah harus mendorong dan mempermudah terbentuknya kelembagaan petani, mulai dari kelompok tani dan koperasi tani.

Selain itu, pemerintah daerah harus pula mendorong dan memberikan kemudahan permodalan kepada petani, dalam berbagai variasi pembiayaan, baik perbankan maupun non perbankan.

Tak banyak petani yang bankable (layak di mata bank) di mata perbankan, layak menerima kucuran kredit atau produk keuangan sejenis.

Oleh karena itu, dibutuhkan kreatifitas kebijakan yang bisa membuat kalangan petani terkuatkan secara permodalan. Dan terakhir, pemerintah perlu mendorong akselerasi inovasi dan transfer teknologi sektor pertanian dengan memfasilitasi terjadinya sinergi dengan berbagai pihak, seperti kampus, start up pertanian, lembaga penelitian pertanian, otoritas terkait, dan lain-lain.

Perpaduan kebijakan pengembangan SDM pertanian dan bauran inovasi teknologi pertanian, akan kami lakukan di Sorsel segera setelah terpilih nanti, untuk meningkatkan kualitas dan produktifitas pertanian di satu sisi, dan akan memperbesar peluang pasar komoditas pertanian Sorsel di sisi yang lain. Semua langkah-langkah strategis di atas kami yakini akan berlabuh kepada peningkatan kesejahteraan petani dan semua pelaku pertanian di satu sisi dan akan memperbesar peran pertanian di dalam menggenjot perekonomian daerah di sisi yang lain.

Mari bergerak bersama Saya, untuk Sorong Selatan yang lebih baik

YUNUS SAFLEMBOLO, SE., M.TP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *