“Pancasila Fondasi Bangsa” Oleh : Bing Imelia Moronene; Kader GMKI Tobelo

Opini
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ketika membangun sebuah rumah, hal yang seharusnya paling diperhatikan oleh tukang bangunan adalah fondasi yang menjadi tumpuan dasar dari bangunan tersebut. Sebab dasar bangunan menentukan kuat atau megah dan tidaknya sebuah bangunan dikemudian hari. Indonesia adalah rumah kita.

Rumah ini telah dibangun oleh para pejuang bangsa dengan fondasi yang disebut PANCASILA. PANCASILA berasal dari dua suku kata yaitu Panca dan Sila. Panca yang berarti lima dan Sila yang artinya dasar. Sila pertama berbunyi ” Ketuhanan Yang Maha Esa”. Maknanya adalah kemerdekaan beragama bagi bangsa Indonesia. Sila membuat setiap warga negara Indonesia memiliki kebebasan dalam menganut dan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. Sila kedua berbunyi “ Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Sila kedua ini memiliki makna yakni adanya kesamaan derajat diantara setiap warga negara Indonesia. Sila ketiga “ Persatuan Indonesia”. Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam suku, ras, agama, adat, budaya dan lain-lain sebagainya.

Dengan semua perbedaan itu diharapkan bangsa Indonesia akan selalu bersatu. Sila keempat “ Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”. Dalam sila ini menjelaskan bahwa kekuasaan tertinggi ada ditangan rakyat. Kemudian selalu mengutamakan musyawarah dalam mufakat dengan meliputi semangat kekeluargaan dan akal sehat yang sesuai dengan hati nurani.
Sila kelima “ Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Keadilan sosial berkaitan dengan keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Istilah PANCASILA pertama kalinya muncul dalam sidang BPUPKI pertama yang dilaksanakan pada tanggal 29 Mei-1 Juni 1945.

Tepatnya ditanggal 1 Juni 1945, Ir Soekarno yang dicetuskan sebagai perumus PANCASILA mengangkat istilah tersebut sebagai dasar dari Negara Republik Indonesia. Dalam merumuskan isi PANCASILA, ada berbagai macam ide atau gagasan yang dituangkan oleh para tokoh dengan berbagai macam latar belakangkehidupan. Perbedaan latar belakang dari setiap tokoh tidak menjadi suatu persoalan dalam merumuskan dasar negara. Justru karena perbedaan tersebut membuat para tokoh semakin kaya dengan berbagai macam gagasan maupun pendapat dalam merumuskan dasar negara.

Hasilnya, isi PANCASILA yang dirumuskan tersebut memiliki nilai objektif atau universal yang sangat relevan dengan kehidupan sosial negara Indonesia.Karena sila-sila dalam PANCASILA terdapat kaitan yang erat dengan kehidupan rakyat Indonesia, maka PANCASILA sudah menjadi titik tumpuan dasar yang tepat untuk rumah kita Indonesia agar tetap kokoh, megah dan indah.

Setiap warga negara penghuni rumah Indonesia memiliki tanggung jawab mulia terhadap PANCASILA. Bukan hanya sebatas cerdas dalam menghafal isi-isi PANCASILA tetapi juga cerdas dalam mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Memahami menghayati dan mengamalkan nilai-nilai PANCASILA akan sangat mempengaruhi persatuan dan kesatuan bangsa bahkan integritas NKRI di masa yang akan datang, karena penyelenggaraan suatu bangsa sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang ada di dalamnya. PANCASILA adalah kenyataan yang tidak dapat diganggu gugat, maksudnya adalah bahwa PANCASILA sebagai falsafah dan ideologi yang makin hari makin perlu dipahami dihayati dan diamalkan oleh setiap warga negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *