BNNK Timika Musnahkan Shabu Sebanyak 7 Gram

Opini
Bagikan berita ini
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares

Timika,Honaipapua.com, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kabupaten Mimika, memusnahkan Barang Bukti berupa Shabu seberat 7 gram, yang diamankan dari pelaku berinisial MYS di jalan Kesehatan beberapa waktu lalu. Pemusnahan dilakukan di kantor BNN, Kamis (5/7).

Hadir dalam pemusnahan tersebut, Kepala BNNK Kabupaten Mimika Kompol Mursaling, Seksi Pidum Kejari Imelda I S, SH, Kuasa Hukim Timika Ruben Hohakay, SH dan tersangka berinisial M YS.

Kepala BNNK Kabupaten Mimika Kompol Mursaling, SH, mengatakan, pemusnahan BB Shabu seberat 7 gram yang dilakukan oleh BNNK Timika, Kabupaten Mimika dan pihak Kejaksaan Timika, merupakan barang yang diamankan dari tangan tersangka berinisial M YS setelah dilakukan penyelidikan selama kurang lebih seminggu saat hendak melakukan transaksi di jalan kesehatan.

Dari tangan tersangka pihak BNNK Timika mengamankan sebanyak 7 gram Shabu yang dikemas kedalam 7 paket pelastik obat ukaran kecil yang siap dierdarkan.

” Tempat kejadian di jalan kesehatan hari Senin 18 Juni 2018 dan masih dalam proses penyelidikan dan Minggu depan sudah bisa diserahkan ,” kata Mursaling.

Murlasing melanjutkan, saat ditangkap tersangka sempat membuang dua paket kecil Shabu yang digenggamnya pada saat berkendara, namun berhasil didapat oleh anggota BNNK yang melakukan penangkapan. Sedangkan 5 paket lainnya disimpan didalam jok motor.

Berdasarkan keterangan tersangka BB tersebut didapatkan dari seorang bernama Ian yang merupakan target operasi BNNK Timika yang sampai sekarang masih berkemiaran di kota Timika.

” Ia memang sudah menjadi target operasi dan kurang lebih seminggu penyeledikan, dan dirinya membawa narkotika jenis Shabu sebanyak 7 paket dan setelah ditangkap dan di geledah BB di simpan di jok motor dan dua BB sempat dibuang dan sempat didapat,” lanjutnya.

Ia mengungkapkan, BB yang akan dimusnahkan saat ini sebanyak 4,70 gram dari total keseluruhan sebanyak 6,50 gram, sedangkan sisanya sebanyak 0,94 akan di gunakan untuk uji laboratorium dan 0,94 lainnya akan digunakan untuk proses persidangan.

“Totalnya keseluruhan sebanyak 6,50 gram untuk kepentingan penelitian 0.94 gram dan pada saat pembuktian itu 0,94, “ungkap Kompol Mursaling.

Sementara itu ditanya BB tersebut di terima pelaku dan didatangkan dari daerah mana, kata Mursaling, pihaknya belum bisa memastikan BB tersebut didatangkan dari mana, soalnya tersangka yang diamankan hanya sebagai kurir dan tidak mengetahui darimana asal usul barang haram tersebut.

“BB ini terputus informasinya, apakah itu di datangkan dari Makasar ke Timika atau Surabaya karena sejauh ini BB ini tidak tahu asal usulnya dari mana, karena saat MYS di tanya juga tidak tau, karena dirinya hanya sebagai kurir, ” kata Mursaling.

Sementara itu, pengakuan MYS bawah dirinya lakukan penjukan barang haram itu dan dijadikan oleh Ian (buron), karena faktor ekonomi, yang mana kesehariannya hanya sebagi tukang ojek, dan untuk mendapatkan uang sampingan yang tanpa bekerja keras terpaksa harus menjadi kurir dan dari hasil julan itu terkadang dibayar Rp.200,000 -Rp.250,000 per paketnya.

“Faktor ekonomi,dan tawaran yang cukup besar, apalagi hanya mutar dan keliling dan mengantar ke orang yang telah di pesan,” ungkap Mursaling.

Tersangka ditetapkan dengan pasal 112 Pasal ayat 1 dan 2 ancaman minimal 4 tahun dan maksimal 12 penjara dan adapabila ada pemberatan bisa sampai 15 tahun.

(Pasal 112 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika juga dikatakan bahwa setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana hingga denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp. 8 Miliar. (tmk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *