“Bergumul Dalam Suasana Natal”

Opini
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

“Bergumul Dalam Suasana Natal”

(Oleh : Sefnat Tagaku, Ketua OKK GAMKI Halmahera Selatan, Maluku Utara)

Natal merupakan sebuah momentum penghayatan umat Kristen akan KASIH Allah, melalui kelahiran anakNya, yakni; Yesus Kristus sang penyelamat manusia. Kelahiran Yesus Kristus untuk membebaskan umat dari belenggu dosa, bahkan berbagai peristiwa kelam yang di alami umat pada saat itu. Karna itu, acap kali perayaan natal dilakukan dengan berbagai riak-riak, sebagai simbol sukacita dalam menyambut dan menerimaNya sebagai sang juruslamat.

Pada tahun 2020, perayaan natal ada hal yang terasa sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini di karnakan atas penyebaran virus corona atau covid-19, yang menyerang hampir seantero dunia. Salah satunya, adalah Indonesia. Sejak akhir tahun 2019, rakyat Indonesia di hantam oleh virus corona. Akibat virus ini, berbagai sendi kehidupan di babat habis. Baik pendidikan, ekonomi, politik, bahkan kehidupan sosial lainnya. Hal ini tentunya sangat meresahkan rakyat Indonesia, karna harus ada berbagai pembatasan yang di anjurkan oleh pemerintah, salah satunya juga pembatasan dalam perkumpulan orang yang biasa dilakukan dalam acara-acara tertentu, termaksud perayaan natal.

Dalam konteks itu, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menggumuli kondisi yang di rasakan oleh rakyat Indonesia, hingga memutuskan yang menjadi tema natal tahun 2020 adalah; “Mereka Akan Menamakan-Nya Imanuel”. Subtansi dari tema ini, adalah; ‘Imanuel’. Imanuel artinya Allah beserta kita, atau Allah menyertai kita. Tema ini tentunya memiliki makna yang hakiki dan juga punya kaitan penting dengan kondisi kita hari ini, yakni; penyebaran covid-19 atau virus corona ini. Tema ini, memberikan pesan kepada kita, bahwa apapun yang kita rasakan, seresah dan sesulit apapun yang kita alami, Allah yang menciptakan kita, tidak akan meninggalkan kita. Ia akan selalu menyertai kita.

Karna itu, kepada semua rakyat Indonesia dan terlebih khusus umat yang merayakan natal Kristus di tahun 2020, meski dengan proses perayaan yang berbeda dan mungkin terasa ganjil, tapi kiranya sukacita dalam menyambut Dia yang datang untuk menyelamatkan tidak ikut memudar bersama jiwa dan semangat yang mungkin patah akibat virus corona. Yakinlah, Dia yang kita sambut mampu menyertai kita, hingga kita mampu melewati badai ini lewat campur tanganNya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *