Penggemar Sepak Bola Berharap Bupati Manokwari Hidupkan PERSEMAN Kembali

Olah Raga
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Manokwari,Honaipapua.com, -Perseman Manokwari adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang bermarkas di Manokwari, Papua Barat.

Paul Finsen Mayor, selaku Penggemar Berat Sepakbola di Tanah Papua, mengatakan, Julukan klub ini adalah Hino Cofu. Sebelumnya, ketika berlaga pada Divisi Utama Perserikatan 1986, Perseman dijuluki Mutiara Hitam dari Timur. Maklumlah, julukan Mutiara Hitam sudah dipakai Persipura. Arena/Stadion: Stadion Manokwari.Nama lengkap: Persatuan Sepak bola Manokwari.

” Selaku Tokoh Masyarakat Adat Papua dan juga Penggemar Berat Sepakbola di Tanah Papua, saya mewakili semua orang diatas Tanah Papua ini untuk menyampaikan kepada Bapak Bupati Kabupaten Manokwari Yang juga adalah Ibu Kota Provinsi Papua Barat, “harapnya.

Mewakili Seluruh Masyarakat Papua Pecinta Olahraga Sepak bola di Manokwari dan juga di Tanah Papua ingin menyampaikan Pokok-pokok pikiran kami dan atau aspirasi masyarakat pecinta Olahraga Sepak bola bahwa kami mengharapkan dan membutuhkan dukungan dan Kebijakan pemerintah daerah kabupaten Manokwari untuk dapat menghidupkan Kembali Perseman Manokwari seperti Jaman Keemasan Perseman Manokwari di Era1970- 1990an dimana perseman Manokwari Menembus Liga Nasional Bersama Persipura Jayapura Mewakili Tanah Papua disaat itu.

Perseman Manokwari juga melahirkan Pesepakbola terbaiknya yang turut serta mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan masuk ke Timnas Indonesia dan berhasil di beberapa Laga Internasional.

” Roh itu harus dikembalikan, Bapak Bupati Kabupaten Manokwari Yang Kami Kasih dan banggakan, sebagai Mantan Ketua KNPI Provinsi Papua Barat Bapak Bupati juga pasti punya keinginan yang sama untuk menghidupkan Kembali Perseman Manokwari dan mengembalikan Masa Kejayaannya seperti era tahun 1970 – 1990-an, “tutur Paul Finsen Mayor.

Oleh sebab itu, lanjut Paul Finsen Mayor, atasnama Masyarakat Papua Pecinta Olahraga Sepak bola di Manokwari dan juga Tanah Papua, kami mengharapkan agar secepatnya Bapak Bupati Kabupaten Manokwari mengundang Management Perseman Manokwari dan mengundang kami juga agar bisa sama-sama kerja dan kerja sama-sama untuk membawa Perseman Manokwari Kembali Ke Pentas Sepakbola Indonesia maupun Dunia.

Sebab diketahui bahwa Perseman Manokwari berhasil meraih peringkat keempat dalam kejuaraan Piala Acub Zainal 1974. Meski hanya menempati posisi ke empat dalam kejuaraan itu, tim kebanggaan masyarakat Manokwari, Papua Barat itu menyumbang dua pemain berbakat ke Persipura Jayapura, yaitu, Johanes Auri dan Marthen Jopari yang sama-sama pemain belakang.

Johanes Auri dan Marthen Jopari adalah pemain bek kiri dan bek kanan Perseman Manokwari yang dipanggil untuk Persipura Jayapura. Selanjutnya, pada 1976, Auri, Jopari, dan Edi Sabenan yang berasal dari Persimer Merauke ikut memperkuat Persipura Jayapura dalam kejuaraan Piala Soeharto 1976.

Johanes Auri boleh dibilang salah satu pemain jebolan Perseman Manokwari yang paling gemilang. Pada 1977, Auri terpilih untuk memperkuat tim sepak bola PON Irian Jaya 1977, dan berhasil meraih medali perak. Auri juga memperkuat Persipura mewakili Indonesia ke kejuaraan King’s Cup 1997 di Bangkok, Thailand serta turnamen perdamaian di Saigon, (sekarang Ho Chi Minh City) Vietnam.

Prestasi pria kelahiran Manokwari, 30 Oktober 1954 itu terus meningkat, sehingga pelatih tim nasional Indonesia asal Belanda, Wiel Corever merekrutnya untuk memperkuat tim nasional melakoni babak Pra Olimpiade. Sejak saat itu, Auri selalu menjadi langganan tim nasional.

Setelah memunculkan sejumlah pemain tangguh era 1970-an seperti Johanes Auri, Marten Jopari, Marthen Burwos dan Marthinus Kapisa, pada era 1980-an Perseman Manokwari kembali memunculkan pesepak bola andal. Sebut saja nama-nama seperti Adolf Kabo, Wellem Mara, Kapten Perseman Yunias Muray, Piet Hein Suabey, Yohanes Kambuaya, Mundus Waney, Aris Kapissa dan Woof bersaudara, Yulius, Markus dan Mathias.

Mengikuti jejak Johanes Auri, Adolf Kabo dan Yonas Sawor yang juga pernah memperkuat Persis Sorong, menjadi pemain Perseman yang terpilih untuk memperkuat tim nasional Indonesia dibawah pelatih Sinyo Aliandu dan Bartje Matulapelwa. Selama memperkuat tim nasional, mereka meraih medali emas di Sea Games 1987, dan berhasil masuk babak semi final Asian Games 1986 di Seoul, Korea Selatan. (***)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *