Ini 8 Nama yang Digadang-Gadang Dampingi Jokowi di Pilpres 2019

Nasional
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA – Pemilihan Presiden 2019 semakin dekat. Jokowi yang sudah secara terang-terangan akan maju kembali pada ajang pemilihan presiden tersebut masih juga belum memutuskan satu nama yang akan mendampinginya pada pesta rakyat lima tahunan itu.

Beragam lembaga survei di Indonesia, memunculkan delapan nama calon wakil presiden (Cawapres) Joko Widodo. Mulai dari kalangan militer hingga santri, semuanya dianggap cocok untuk menjadi calon orang nomor dua di Indonesia itu.

Dengan latar belakang yang berbeda-beda, mereka dianggap berpotensial dalam meningkatkan elektabilitas Jokowi pada pemilihan nanti. Siapa saja kah mereka?

Berikut ini adalah rincian nama kandidat Cawapres Jokowi pada Pilpres 2019:

  1. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Nama Agus Harimurti yudhoyono (AHY) semakin santer terdengar pada bursa calon wakil presiden Joko Widodo dalam pemilihan Presiden 2019 nanti. Dalam berbagai hasil survey, namanya seringkali menjadi kandidat cawapres terkuat dibandingkan dengan tokoh lainnya. Dari hasil survei Indo Barometer, nama AHY pun dianggap cocok untuk mendampingi Jokowi dengan perolehan angka 9,6 persen.

  1. Muhaimin Iskandar

Muhaimin Iskandar atau yang kerap dipanggil Cak Imin juga kerap digadang-gadang sebagai calon pendamping Jokowi nanti. Tokoh yang berasal dari kalangan santri ini juga seringkali terlihat mendampingi Jokowi dalam beberapa kegiatan kunjungan kerja. Dalam hasil survei yang dirilis oleh Alvara Research Center lalu, Cak Imin menempati posisi kedua sebagai kandidat yang layak untuk menjadi cawapres Jokowi dengan perolehan angka 59,6 persen.

  1. Hary Tanoesoedibjo

Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo juga muncul sebagai kandidat cawapres yang akan mendampingi Jokowi pada Pilpres tahun depan. Hal ini terlihat saat namanya masuk dalam jajaran 10 besar calon wakil presiden (cawapres) terfavorit pilihan responden hasil survei yang dilakukan Poltracking Indonesia. Tak hanya itu, berdasarkan hasil survei Alvara Research Center, popularitas Hary Tanoe juga berhasil mengungguli Cak Imin, Anies Baswedan dan Wiranto dengan perolehan angka 1,3 persen.

  1. Said Aqil Siroj

Belum lama ini, nama Ketua Umum Pengurus Besar NU, Said Aqil Siroj juga muncul sebagai Cawapres yang diinginkan sebagian besar masyarakat Nadhalatul Ulama (NU).

“Mayoritas warga Nahdliyin menghendaki Kiai Said menjadi pendamping Jokowi di Pilpres 2019,” kata Koordinator Pemuda Aswaja Nur Khalim beberapa waktu lalu.

Khalim menyebutkan bahwa pasangan Jokowi-Said Aqil merupakan hubungan kalangan nasionalis dan santri. Said Aqil dinilai sebagai seorang pemimpin yang sukses saat menjabat sebagai ketua PBNU sehingga cocok untuk disandingkan dengan Jokowi terlebih sebagian masyarakat tergabung dalam ormas NU.

  1. Muhammad Romahurmuziy

Ketua Umum PPP Romahurmuziy kerap digadang-gadang sebagai cawapres. Meski begitu PPP belum secara resmi menyodorkan nama-nama cawapresnya kepada Jokowi. Di sisi lain, Romy, sapaan akrab Ketum PPP ini memang masih enggan mengakui ia ingin menjadi cawapres Jokowi.

Namun, sebagai partai pengusung Jokowi di 2019, Romy menyebut PPP punya sejumlah kriteria cawapres. Akhir-akhir ini Romy mulai terlihat rajin berkunjung ke sejumlah tokoh dan menyapa masyarakat seluruh Indonesia. Namun, banyak orang mengaitkan safari politik ini sebagai strategi jelang pilpres 2019 walaupun Romy mengakuinya hanya sebatas silaturahmi biasa.

  1. Mahfud MD

Mantan Ketua mahkamah Konstitusi mahfud MD juga dinilai berpotensial untuk menjadi Cawapres Jokowi pada Pilpres 2019. Figur yang dihormati oleh kalangan masyarakat Nadhlatul Ulama (NU) ini juga terlihat dapat menambah segmen pemilih Islam yang moderat.

Mahfud MD dilihat memiliki pengalaman yang mumpuni di tiga lembaga politik yakni yudikatif (Ketua MK), eksekutif (sebagai menteri) dan legislatif (sebagai anggota DPR). Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Coruption Watch (ICW), Donal Fariz juga menyebut, Mahfud pantas mendampingi Jokowi sebagai Calon Wakil Presiden pada periode kedua karena dinilai bersih dari kasus hukum masa lampau.

“Saya pikir Prof Mahfud nama yang layak untuk diusungkan karena dia tidak mempunyai persoalan di masa lalu,” kata Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Coruption Watch (ICW), Donal Fariz, beberapa waktu lalu.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *