Sat Polair Polres Raja Ampat Amankan Pelaku Bom Ikan Dan Puluhan Bahan Peledak

Manokwari Raya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Raja Ampat, Honaipapua.com,- Aparat Kepolisian Satuan Polisi Perairan (Sat Pol Air) Polres Raja Ampat, yang dipimpin Kasat Polair, Ipda Haruni Hega berhasil menangkap empat pelaku Bom ikan yang menggunakan perahu motor tempel (longboat) dalam aksi mereka di perairan pulau PAM, yang berbatasan dengan pulau panjang Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Minggu (3/6/2018).

Kapolres Raja Ampat AKBP Edy Setyanto yang didampingi, Wakapolres, Kompol Hengky Kristanto Abadi dan Kasat Polair Polres Raja Ampat, Ipda Haruni Hega,  mengatakan, proses penangkapan empat  pelaku bom ikan di perairan Raja Ampat ini, berkat laporan masyarakat dimana setelah mendapatkan laporan dari warga masyarakat, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dengan melakukan patroli Laut ke lokasi kejadian.

“Penangkapan ini berkat laporan masyarakat, dimana di daerah mereka kerap terjadi aksi pengeboman ikan, atas laporan tersebut anggota kami dari Satuan Polair Polres Raja Ampat langsung turun ke lokasi dengan melakukan patroli laut dalam rangka penyelidikan, anggota kami saat melakukan patroli sempat menemukan kelompok pembom ikan, aparat yang merasa curiga dengan aktifitas mereka langsung melakukan upaya penangakapan di laut terhadap kelompok pembom ikan tersebut, “jelas Kapolres Raja Ampat, AKBP.Edy Setyanto Erning Wibowo, dalam dalam Press Releasse di Mapolres Raja Ampat, Selasa (5/6/2018).

Dalam penangkapan tersebut menurut Edy, para pelaku sempat melakukan perlawan dan sempat terjadi kejar-kejaran antara patroli Laut Polair Polres Raja Ampat dan para pelaku, hal ini dikarenakan saat aparat hendak menghentikan para pelaku yang sedang bersiap-siap untuk melakukan aksinya para pelaku kabur. Aparat sempat mengeluarkan beberapa kali tembakan peringatan untuk menghentikan para pelaku.

“Aksi kejar-kejaran sempat terjadi selama 30 menit, anggota kami dilapangan sempat beberapa kali mengeluarkan tembakan peringatan untuk menghentikan para pelaku, namun pelaku tetap melarikan diri, kemudian anggota kami melakukan tembakan ke arah lambung perahu longboat untuk menghentikan para pelaku dan akhirnya seluruh pelaku berikut barang buktinya berhasil kita amankan”Jelas Edy.

Empat pelaku yang diamankan masing-masing, La Fahruddin (49), pimpinan kelompok pembom ikan, yang merupakan warga pulau Ram, Distrik Sorong Kepulauan, Kota Sorong, Ferdinand Obinaru alias Koko, alias Frans (23), warga pulau Ram, Distrik Sorong Kepulauan, Kota Sorong, Alfandi Samuel Rumkorem (19), warga pulau Ram, Distrik Sorong Kepulauan, Kota Sorong, serta AY (17) yang merupakan anak di bawah umur.

” Ada empat Orang yang kita amankan dimana salah satu otak pelaku merupakan residivis dalam kasus yang sama, sementara satu pelaku merupakan anak dibawah umur sehingga kami menerapkan aturan diversi”tandasnya.

Dari penangkapan tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya, 1 Unit perahu longboat, dua unit mesin motor tempel 40 PK, merek Yamaha, 20 buah bom ikan siap ledak berbagai ukuran, satu unit kompresor merek SHARK lengkap, sejumlah bahan-bahan peledak untuk digunakan sebagai bom ikan dan sejumlah barang bukti pendukung lainnya.

Menurut AKBP Edy, dalam kasus ini, dikarenakan satu dari empat pelaku merupakan anak di bawah umur, maka pihak kepolisian hanya melakukan proses hukum terhadap tiga pelaku yang berusia dewasa dimana pelaku di bawah umur dilakukan proses Diversi karena pelaku masih dibawah umur.

Para pelaku, menurut Kapolres, telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dimana mereka dikenakan pasal berlapis tentang pencobaan Tindak Pidana Perikanan dan kepemilikan bahan peledak sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 84 ayat (1) junto pasal 8 ayat 1 undang-undang RI nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan Undang-undang RI nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan junto pasal 53 KUHPidana dan atau pasal 1 ayat (1) undang-undang RI nomor 12 tahun 1951 tentang undang-undang darurat dengan ancaman maksimal hukuman mati/seumur hidup dan minimal 20 tahun penjara.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tiga tersangka saat ini harus mendekam di rumah tahanan (rutan) Mapolres Raja Ampat hingga 20 hari kedepan sebelum dilimpahkan ke pihak Kejaksaan negeri Sorong.

Sementara itu salah satu tokoh adat warga Raja Ampat, Adam Gaman, mengapresiasi kinerja dan keberhasilan Satpolair Polres Raja Ampat menangkap para pelaku bom ikan di perairan Raja Ampat. Mereka meminta para pelaku bom ikan atau sering disebut teroris lingkungan hidup agar dihukum seberat-beratnya atas perbuatan mereka yang menghancurkan ekosistem di perairan Raja Ampat yang sudah terkenal di seantero jagad.

” Mereka ini harus dihukum seberat-beratnya, karena perbuatan mereka sudah merusak wilayah perairan laut Raja Ampat yang terkenal dengan keindahan panorama alam dan ekosistem bawah laut yang telah terkenal di seluruh dunia. Kami berikan apresiasi yang tinggi terhadap aparat polres Raja Ampat dalam hal ini satuan Polisi Perairan yang berhasil menggagalkan upaya manusia-manusia tidak bertanggung jawab ini merusak alam Raja Ampat.”tegas Adam Gaman. (cas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *