Polres Tegaskan Kasus Ujaran Kebencian Tetap Dilanjutkan

Manokwari Raya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KAIMANA, Honaipapua.com,- Polres Kaimana saat ini masih terus menerukan proses penyidikan dan penyelesaian kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian yang dilakukan oleh salah satu anak yang terjadi belum lama ini di Kabupaten Kaimana.

Kelanjutan proses hukum kepada pelaku penyebaran yang juga dilakukan oleh anak dibawah umur ini, terus diproses karena dua kalai deversi yang dilakukan oleh polres Kaimana, tidak menemukan kata sepakat, dengan melibatkan seluruh pihak pemangku kepentingan yang ada di Kabupaten Kaimana, dan Hingga kini, banyak masyarakat juga sampai saat ini masih terus bertanya-tanya kepastian dari kelanjutan proses kasus dugaan ujaran kebencian ini.

” Kalau untuk kasus ini masih terus kami dalami dan proses. Kasus ini kemarin kan sempat dua kali deversi, namun karena tidak ada kata sepakat maka otomatis penyelesaian melalui proses hukumnya tetap jalan. Masyarakat jangan lagi merasa resah atau khawatir atas kasus ini, karena prosesnya masih terus lanjut sampai dengan saat ini, “ungkap Kasat Reskrim Polres Kaimana, AKP. Walman Simalongo, SH ketika dikonfirmasi diruang kerjanya.

Kasat Walman juga menjelaskan, bahwa kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian ini sudah sampai pada tahapan pemeriksaan saksi ahli.

” Kami baru selesai melakukan pemeriksaan saksi ahli. Ada tiga ahli yang kami mintai keterangannya yaitu ahli bahasa, ahli agama dan ahli hukum pidana. Karena baru selesai pemeriksaan maka saat ini juga kita masih lakukan pemberkasan. Kalau berksnya kami rasa sudah lengkap dan siap, maka kami akan naikan ke tahap 1 dalam waktu dekat inii, “jelasnya.

Sementara itu, terkait dengan kasus ini, Kasat Walman meminta kepada seluruh masyarakat Kaimana, untuk secara bijak menggunakan media sosial dalam berkomunikasi. Diera digital seperti sekarang ini, memang perlu ada langkah antisipatif dari seluruh pihak terutama dalam penggunaan teknologi saat ini. Kaitan dengan kasus ini, orang tua harus maksimal dalam melakukan pengawasan terhadap anaknya. Sehingga jangan sampai anaknya terjerumus ke hal-hal yang negatif dari media sosial. ” Ini yang perlu diperhatikan baik, sehingga kasus seperti ini jangan kembali lagi terjadi, “terangnya.

Kepada seluruh tokkoh agama juga, Kasat Walman meminta agar pemberian pemahaman yang baik dan benar kepada seluruh jemaat. ” Kami berharap agar tokoh agama, alim ulama, tokoh agama Kristen dan Muslim di Kaimana ini, bisa memberikan ceramah-ceramah yang menyejukan. Jangan memberikan ceramah yang merangarah pada hal-hal negatif. Sehingga kerukunan antar umat beragama yang sudah bagus di Kaimana ini, bisa menjadi fondasi yang kuat bagi kita semua, dalam melaksanakan tugas kita masing-masing di Kaimana ini, “ujarnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *