Pemdis Buruway Gandeng CI Gelar Palatihan

Manokwari Raya
Bagikan berita ini
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares

KAIMANA,HONAIPAPUA.COM,– Pemerintah Distrik Buruway telah menggandeng Conservation International Coridor Kaimana untuk melakukan gebrakan dengan memberikan pelatihan kepada seluruh masyarakat Buruway. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan tanggal 29 Agustus hingga 30 Agustus 201. Kegiatan ini sendiri dilaksanakan dalam rangka pengembagnan pariwisata dan perikanan rakyat atau perikanan berbasis adat yang berkelanjutan.

Kepala Distrik Buruway, Arsyad Watora ketika dikonfirmasi di Kaimana mengungkapkan bahwa, pemerintah distrik dan seluruh masyarakat distrik Buruway akan mendorong agar CI bisa bekerjasama dengan pemerintah daerah Kabupaten Kaimana, membangun komitmen bersama dalam mengembangkan pengelolaan perikanan adat secara berkelanjutan.

Menurutnya, mekanisme kerjasama ini sebaiknya dikuatkan dengan regulasi-regulasi sehingga bisa mendukung pengelolaan perikanan adat di Kaimana tersebut.

” Saya berharap agar dari pihak CI bisa menyampaikan kepada bapak bupati Kaimana agar membuat semacam aturan, entah itu melalui keputusan bupati dengan perda, yang membuat batas sejauh lima sampai tujuh mil laut dari pantai agar kapal-kapal besar tidak masuk ke pesisir untuk mengambil ikan. Karena ini akan sangat merugikan masyarakat nelayan yang sudah mengandalkan hasil ikan untuk ekonomi keluarganya, “ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kampung Kambala, Thamrin Tjandra ketika dikonfirmasi di Kaimana mengungkapkan, pelatihan sangat bermanfaat untuk mereka.

” Kami sangat berterimakasih, karena pemerintah provinsi terutama DKP mau mengadakan pelatihan ini untuk kami. Karena aturan baru ini kan kendalinya sudah ada di pemerintah provinsi. Untuk saat ini juga, memang pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat kami (POWASMAS) sudah tidak seoptimal dulu. Tapi karena mempunyai tanggung jawab untuk daerah ini, maka kami terus berupaya untuk menjaganya, walaupun dengan swadaya masyarakat. Kami berharap agar Pokwasmas ini bisa diaktifkan kembali oleh pemerintah provinsi melalui dinas terkait, “ungkapnya.

Dalam pelatihan ini juga, peserta diajak untuk mampu mengidentifikasi potensi sumber daya alamnya, terutama potensi perikanan dan pariwisata, yang merupakan potensi yang dapat dikelolah secara berkelanjutan, di dalam kawasan konservasi. Sesi diskusi kelompok juga peserta diminta untuk mengidentifikasi terumbu karang yang masih sangat natural, yang bisa dikelolah sebagai spot diving (wisata).
Conservaton International yang didukung oleh MACP Foundation yang telah menginisiasi kegiatan ini menilai bahwa, pemerintah dari tingkat kampun hingga kabupaten, telah bekerja keras untuk mendapatkan kawasan konservasi, yang tujuan pengelolaannya adalah untuk menjamin peningkatan perekonomian masyarakat yang berkelanjutan.

Meidi Kasmidi, salah satu pelatih dari Conservation International mengungkapkan bahwa; kesadaran, pengetahuan, komitmen dan dukungan dari semua pihak akan memberikan dampak yang nyata dari pengelolaan perikanan maupun pariwisata yang berkelanjutan di distrik Buruway.

Sementara itu, Victro Nikujuluw, Senior Direktur CI Indonesia mengatakan bahwa, dalam rangka mewujudkan perikanan adat secara berkelanjutan di Buruwaym maka Pemerintah Kabupaten Kaimana bekerjasama dengan CI dan MACP Foundation, akan melakukan pendataan dan merumuskan program perikanan adat yang tepat, untuk dikembangkan di distrik Buruway.

Kegiatan pendataan dan perumusan program ini akan dilaksanakan selama tiga tahun, sampai tahun 2020 nanti.

” Kami berharap agar melalui program ini, nelayan dan masyarakat Buruway akan semakin terjamin mata pencahariannya sebagai nelayan, sehingga berdampak juga pada peningkatan kesejahteraan mereka, ” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *