LBH Gerimis :  Langkah Hukum Akan Di Ambil, Bank Papua Manokwari Tidak Memiliki Kewenangan Untuk Memblokir Rekening Anggota MRPB Sekalipun Itu Perintah Ketua MRPB

Manokwari Raya
Bagikan berita ini

SORONG,Honaipapua.com, -Direktur Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Papua Optimis (LBH Gerimis) Papua Barat mengingatkan kepada Bank Papua cabang Manokwari bahwa secara aturan Bank Papua cabang Manokwari, tidak memiliki kewenangan untuk memblokir rekening gaji dan tunjangan selama hampir 1 tahun kepada salah satu anggota MRPB berinisial AM, sekalipun itu atas perintah Ketua MRPB.

Mengingat bahwa Majelis Rakyat Papua Barat merupakan representasi kultur orang asli papua, yang terdiri dari masyarakat adat, perempuan dan agama, dan anggota MRPB bukan dipilih oleh Ketua, Sekertaris dan Bendahara MRPB, tetapi anggota MRPB adalah utusan perempuan mewakili Kabupaten Tambrauw yang dipercayakan menjadi anggota MRP.

“Kami ingatkan kepada pimpinan Bank Papua cabang Manokwari, untuk membuka pemblokiran terhadap rekening salah satu oknum anggota MRPB berinisial AM jika tidak langkah hukum akan diambil.”tegas Yosep kepada media Senin (14/3).

Menurut Yosep, apalagi kliennya oknum anggota MRPB berinisial AM sudah pernah mendatangi Bank Papua untuk meminta kepada pimpinan Bank Papua untuk membuka rekening yang bersangkutan, tetapi tidak digubris oleh pimpinan Bank Papua cabang Manokwari, herannya pihak bank papua manokwari meminta kepada AM untuk berkoordinasi kepada sekretaris dan bendahara MRP Papua Barat, setelah berkoordinasi, sekertaris dan bendahara MRP mengatakan bahwa yang memerintahkan pemblokiran rekening gaji dan tunjangan AM di Bank Papua adalah ketua MRPB.

“Inikan lucu pihak Bank Papua mengatakan bahwa pemblokiran ini atas perintah sekretaris MRP dan bendahara MRP tetapi yang terjadi permintaan pemblokiran dilakukan secara lisan bukan secara resmi kelembagaan kepada Bank Papua.”tutur Yosep.

Lanjut Yosep bahwa Bank Papua tidak memiliki hak secara aturan untuk melakukan pemblokiran rekening/dana tabungan debitur dalam hal ini anggota MRPB berinisial AM, LBH Gerimis Papua Barat akan mengambil langkah hukum, dan melaporkan pemblokiran secara sepihak yang dilakukan oleh pihak Bank Papua cabang Manokwari, kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Merujuk pada Pasal 32 peraturan OJK No. 1/POJK.07/2013 tentang perlindungan konsumen Bank dalam hal ini, pihak bank dapat terancam sangsi pencabutan izin kegiatan usaha, dan jika diusut pemblokiran tersebut dan terjadi adanya kelalaian maka pimpinan bank terancam sangsi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Yosep menambahkan, pemblokiran rekening telah diatur dalam Peraturan Bank Indonesia dimana dalam Pasal 12 ayat 1 Nomor 2/19/PBI/2000 tentang persyaratan dan Tata Cara Pemberian Perintah atau Izin tertulis membuka Rahasia Bank, yang berbunyi sebagai berikut :

“Pemblokiran atau penyitaan simpanan atas nama seorang nasabah penyimpan yang telah dinyatakan sebagai tersangka atau terdakwa oleh polisi, jaksa atau hakim, dapat dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku tanpa memerlukan izin dari Pimpinan Bank Indonesia.”

Untuk itu, menurut Yosep, merujuk ketentuan tersebut maka pemblokiran simpanan dibank papua tentu hanya dapat dilakukan apabila klien kami AM melakukan tindak pidana dan telah dinyatakan sebagai tersangka. Sementara yang terjadi adalah kebalikan, anggota MRPB berinisial AM ini bukan tersangka atau terdakwa.

” Sementara dalam Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2008, tidak ada satupun pasal atau ayat pun yang menyatakan bahwa Ketua MRPB dapat menggunakan kewenangan jabatannya untuk memblokir rekening gaji dan tunjangan anggota MRP, “terang Yosep.

” Ini sangat merugikan sekali dimana gaji dan tunjangan anggota MRPB berinisial AM ini, sudah lama tidak menerima gaji mulai dari bulan juni 2021 sampai sekarang bulan Maret tahun 2022, yang seharusnya di transfer ke bank papua tetapi di blokir oleh Bank papua, “beber Yosep.

Selain itu, Yosep menyebutkan bahwa akibat dari pemblokiran rekening yang dilakukan oleh bank papua manokwari selama hampir satu tahun ini, menyebabkan klien kami SM yang juga anggota MRPB dari kalangan perempuan papua tidak bisa menafkahi anak dan keluarganya.

“Bagaimana bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari jika rekening diblokir oleh Bank Papua,  dimana gaji yang bersangkutan terhitung dari bulan juni sampai sekarang ada didalam rekening yang di blokir, tentu itu merugikan sekali,” tegas Yosep. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.