Honce Dijerat dengan Tindak Pidana Pencucian Uang

Manokwari Raya
Bagikan berita ini
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares

Kaimana, Honaipapua.com,- Kasus dugaan korupsi PLTMG Kaimana, sampai dengan saat ini, masuk dalam proses penyidikan. Sebelumnya, penyidik sudah menetapkan tiga tersangka yakni; PT alias Honce, J dan C. Dua tersangka merupakan penyelenggara negara, sementara PT alias Honce sebagai pihak ketiga (kontraktor).

Hal ini ditegaskan oleh Kanit Tindak Pidana Korupsi, Ditreskrimsus Polda Papua Barat, AKP. Tommy H. Pontororing, ketika dikonfirmasi di Mapolres Kaimana, Senin (18/3). Menurutnya, Bos Kaimana Beach Hotel (KBH) ini masuk juga dalam tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Supaya masyarakat kita di Papua Barat, terutama di Kabupaten Kaimana juga tahu bahwa keberadaan kita di Kaimana ini, Tim Tipikor Polda Papua Barat ini, dalam rangka pengusutan kasus dugaan Koruspi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan kasus asal korupsi PLTMG. Sampai saat ini, prosesnya sudah sampai pada penyidikan dan bukan penyelidikan,” ungkapnya.

Lanjut Tommy, pekerjaan yang dialokasikan di tahun 2017 dari APBD Kaimana ini, diduga tidak sesuai dengan spesifikasi dan keluar dari perencanaan yang sudah dibuat sebelum proyek ini berjalan.

“Kami datang ke sini untuk melakukan penyidikan, terkait dengan pekerjaan pematangan talud, yang direncanakan untuk konstruksi lanjutan pembangunan PLTMG Kaimana. Proyek ini menelan angaran sekitar delapan belas miliar dua ratus delapan puluh juta rupiah, dengan pekerjaan volume itu, hanya 200 X 100 meter.

Menurutnya, pihak penyidik sudah bertindak sesuai dengan SOP. “Mekanisme sudah kami lakukan melalui proses penyelidikan. Karena kita di bagian korupsi ini ada SOP-nya yaitu lidik dulu, gelar perkara, ada peristiwa pidana, baru kemudian ditetapkan proses penyidikan. Jadi mekanismenya ini dia tidak sama dengan penanganan kasus-kasus leg spesialis lainnya dan pidana umum,” ujarnya.

Sementara kaitan dengan dugaan kasus korupsi PLTMG ini, penyidik sudah memisahkan berkas secara sendiri-sendiri. “Proses perkaranya itu kami spasing dia, yaitu; penyelenggara Negara dengan berkas tersendiri, dan tunggal tindak pidana korupsi dengan pasal turut serta didalamnya. Sementara untuk inisial PT alias Honce ini, gabungan dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan kasus asal korupsi,” ungkapnya.

Ketika disinggung soal dugaan kerugian yang dialami oleh Negara dalam proyek pematangan talud PLTMG Kaimana ini, Tommy mengatakan bahwa kerugian Negara ini, nanti baru akan diketahui dalam persidangan.

“Proses penyidikan berkas perkara kasus ini,  sudah kami kirimkan ke JPU Kejati Papua dan sudah ada petunjuk untuk kami lengkapi, baik formil maupun materil. Makanya tim kami datang ke sini,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *