Gubernur Mandacan Buka Pencanangan Penanaman 650 Hektare Pala

Manokwari Raya
Bagikan berita ini
  • 6
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    6
    Shares

KAIMANA, Honaipapua.com,- Gubernur Provinsi Papua Barat, Drs.Dominggus Mandacan secara resmi membuka pencanganan penanaman 640 hektare pala yang ada di Kabupaten Kaimana.

Kegiatan ini dipusatkan di ruas jalan Sisir distrik Kaimana. Kegiatan ini sendiri merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh dinas ketahanan pangan dan pertanian Provinsi Papua Barat.

Gubernur dalam sambutannya menekankan kepada seluruh masyarakat yang hadir dalam kegiatan bahwa berkebun pala juga sama dengan komoditi lainnya. Perlu dipelihara, perlu dirawat sehingga hasilnya bisa lebih maksimal.

Menurutnya, cara berkebun pala selama ini yang ada Papua Barat, masih keliru.
Kalau untuk pala ini memang sangat menjanjikan. Untuk kita di Papua Barat, Kaimana dan Fakfak sudah dengan komoditi palanya. Tapi yang masih harus kita perhatikan adalah soal bagaiman kita bercocok tanam pala. Kita memang sangat menginginkan untuk mendapatkan bibit pala.

Hanya saja proses dari membersihkan lahan, menanam, merawat sampai memanen ini kita masih jauh dari itu. Sehingga perlu pelatihan yang terus diberikan oleh pemangku peran, ungkapnya.

Selain itu, lanjut Gubernur Mandacan, petani asli Papua, Kaimana harus bisa belajar dari petani asal dari luar Papua.

Pasalnya cara bercocok tanam masih tidak dilakukan rutin. Kita bandingkan dengan saudara-saudara kita dari luar ini, mereka bertani pala dan hasilnya sangat bagus. Mulai bersihkan lahan, mereka lakukan dengan pelan tapi pasti. Begitu juga menanam bibit, sampai perawatan dan panen, mereka lakukan sesuai dengan ilmu yang mereka dapatkan.

” Kita di Papua ini tidak. Dari pameri sampai tanam kita begitu semangat. Tapi setelah tanam, sampai berbulan-bulan baru kita balik lagi ke kebun. Ini yang menjadi masalah, “ujarnya.

Gubernur Mandacan juga mengatakan bahwa program 650 hektare pala ini merupakan program dari kementerian pertanian.

” Program ini tahun 2017 saya bertemu dengan menteri pertanian dan kami membahas soal ini. Akhirnya jatuh ke program penanaman dan rehabilitasi pala yang ada di Kabupaten Kaimana. Kita harus bersykur karena akhirnya kita bisa dapatkan program ini. Kami berharap agar program ini, jangan hanya ditahun ini saja, tetapi bisa dilanjutkan di tahun-tahun selanjutnya, “lanjutnya.

Sementara itu, terkait dengan pengelolaan kawasan pertanian, perkebunan dan kehutanan, pemerintah provinsi akan terus memberikan perhatian, karena harus mempertimbangkan dari sisi koservasi. Menurutnya, Provinsi Papua Barat merupakan provinsi konservasi sehingga perlu untuk diperhatikan oleh masing-masing kabupaten/kota ketika mengelolaah pertanian dan hutan yang ada di Papua Barat.

Saat ini Papua Barat adalah provinsi konservasi sehingga sudah seharusnya membuat kita arif dan bijaksana dalam mengelolah potensi kita ini, terutama hutan dan kawasan pertanian.

Bagaimana kita mengelolah hutan kita agar bisa menjadi jaminan untuk anak cucu kita kelak.

” Kita boleh mengelolah hutan kita dengan cara apa saja, tetapi bisa memberikan dampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun hutan yang kita olah ini harus tetap ramah terhadap kita, sehingga anak cucu kita juga bisa menikmati hutan yang ada ini, “pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Kaimana, Drs. Matias Mairuma dalam sambutannya,  mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kaimana, agar bisa merubah pola bertani pala.

Menurutnya, pala di Kaimana ini bisa bersaing dengan pala dari daerah lain, kalau sejak dari penanaman sampai panen, diperhatikan dengan baik.
Selain itu, dari data yang kami dapatkan penanaman 650 hektar pala ini, 150 hektare merupakan kegiatan penanaman, sementara 500 hektar lainnya merupakan program rehabilitasi.

Kegiatan penanaman ini akan tersebar di beberapa kampong yaitu; Saria, Kamaka, Keluharan Kaimana, Kelurahan Krooy. Sementara program rehabilitasi pala yang sudah ada ini akan dilaksanakan di distrik Buruway, Arguni Bawah, Kambrauw.

Sementara dari pantauan Honaipapua.com, setelah pencanganan, Gubernur bersama rombongan langsung kembali ke ibu kota provinsi, sementara kegiatan penanaman terus dilanjutkan dan diawasi oleh DKPP Kabupaten Kaimana.

Selanjutnya kegiatan penanaman untuk kampung Marsi direncanakan akan dilaskanakan, Rabu (15/8) yang akan datang. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *