DAP : Keluarga Pelaku dan Kerabatnya Segera Keluar Dari Tanah Papua

Manokwari Raya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Manokwari,Honaipapua.com, -Atasnama Masyarakat Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat, kami mengingatkan keluarga Pelaku Pembunuhan terhadap kedua anak adat kami orang Papua yang dibantai secara sadis dan tidak berperikemanusiaan Segera Keluar Dari Tanah kami, Tanah Papua.

Ketua DAP WILAYAH III DOBERAY, Mananwir Paul Finsen Mayor, mengatakan, Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat sebagai Rumah Besar Masyarakat Adat Papua Wilayah III Doberay mengingatkan keluarga Pelaku dan Kerabatnya Segera Keluar Dari Tanah Papua karena ini Pembunuhan terhadap Anak Anak Asli Papua. Ini sangat berbahaya sebab Masyarakat Adat Papua tidak akan pernah melupakan masalah ini, ini Pembunuhan Sadis dan keji.

Menurut Ketua DAP, Paul Mayor begitu disapa bahwa dalam budaya masyarakat adat Papua hal seperti ini tidak akan pernah bisa dilupakan oleh masyarakat adat Papua. Maka, demi keselamatan dan keamanan serta kenyamanan keluarga Pelaku maka sebaiknya segera pulang ke kampung halamannya, jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, sebab Kematian kedua anak adat Papua ini sangat sadis dan menjadi dendam kepada keluarga Pelaku Pembunuhan.

” Hidup di tanah ini, harus hidup baik -baik dan “tau diri”. Hidup sopan santun dalam bermasyarakat, bicara sopan,, bertindak sopan dan santun kepada sesama Orang, jangan selalu mau main Alat Tajam, Jangan Membunuh sesama manusia di Tanah ini, “tutur Paul Mayor kepada media ini, Sabtu (27/3) via telepon selulernya.

Dikatakan Paul, datang ke Tanah ini cukup cari makan saja jangan bertindak lebih, malu hati yang punya Tanah. Apalagi sampai melakukan Pembunuhan terhadap Orang Papua maka Konsekuensinya adalah Keluar Dari Tanah Papua.

Paul Mayor menambahkan, Hukum Adat Papua akan berlaku untuk menyikapi permasalahan besar di Tanah ini, pembantaian yang dilakukan oleh lebih dari 1 pelaku.

” Kami tetap dukung proses hukum yang dilakukan oleh aparat penegak hukum untuk menyelesaikan kasus ini, sampai putusan pengadilan, yaitu, Hukuman Mati terhadap Para Pelaku Pembunuhan Sadis dan Keji, “tambah Paul lagi. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *