Papua New Giunea Defense Force (PNGDF) Kunjungi Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad

Jayapura
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAYAPURA, Honaipapua.com,- Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad menerima kunjungan dari, Bravo Company Commander PNGDF, Major Adolf Kaien beserta Konsulat Jenderal RI-PNG, Abraham Franky Izaak di Pos Komando Taktis (Kotis), Kampung Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Rabu (6/6).

Kedatangan rombongan PNGDF di Pos Kotis disambut oleh Wakil Komandan Satgas (Wadansatgas) Yonif Para Raider 501 Kostrad, Mayor Inf. Puguh Prasetya beserta seluruh Perwira Staf.

Tujuan kunjungan PNGDF ke Pos Kotis adalah untuk menjalin kerja sama di Bidang Pertahanan antara PNGDF dengan Satgas Yonif Para Koatrad.

Mayor Adolf Kaien dalam kesempatannya mengatakan, dirinya berharap pertemuan seperti ini bisa terus diadakan baik kepada Batalyon Satgas saat ini maupun Batalyon Satgas lainnya sehingga hubungan tali silaturahmi antara PNGDF dengan Satgas Pengamanan Perbatasan dapat terus terjalin.

Setelah rombongan PNGDF tiba di Pos Kotis, rombongan langsung diarahkan menuju ruang Briefing, dalam sambutannya, Wadansatgas memperkenalkan seluruh Perwira Staf kepada Mayor Adolf Kaien. Hal yang sama pun dilakukan oleh Mayor Adolf Kaien, memperkenalkan 6 personel PNGDF yang ikut bersamanya.

Setelah saling mengenal, acara dilanjutkan dengan pokok pembahasan mengenai kerja sama di Bidang Pertahanan antara PNGDF dengan Satgas 501 Kostrad. Hasil pembahasan tersebut antara lain, melaksanakan Patroli bersama, peningkatan kerja sama dan Koordinasi Pengamanan Perbatasan serta pertukaran Informasi mengenai keamanan perbatasan antara Pos PNGDF di Wutung dengan Pos Kotis Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad di Skouw.

Satgas 501 Kostrad menyambut baik maksud dan tujuan dari PNGDF berkunjung ke Pos Kotis, Satgas 501 Kostrad. Pasalnya, kerja sama seperti ini merupakan pertama kalinya bagi Satgas Pengamanan Perbatasan sektor utara. Dengan terjalinnya kerja sama ini, Satgas 501 Kostrad berharap selain dapat meningkatkan Stabilitas Keamanan Kedua Negara, diharapkan juga dapat menekan jumlah kasus pelanggaran Hukum yang sering terjadi di Perbatasan, khususnya peredaran Narkoba, penyelundupan barang Ilegal, dan kasus pelintas batas Ilegal. (Os)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *