Kadis PUPR Papua Sesalkan Lambannya Kinerja ULP

Jayapura
Bagikan berita ini
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares

JAYAPURA, Honaipapua.com,- Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Papua, Djuli Mambaya.ST, menyesalkan kinerja Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan LPSE Provinsi Papua yang dianggap lambat dalam melakukan proses lelang pekerjaan Tahun anggaran 2018.

“ Saat ini pertengahan tahun anggaran 2018 ini, sekitar 200 paket pekerjaan yang telah dimasukan ke panitia (ULP) April lalu, baru proyek pembangunan jembatan Hamadi-Holtekam dan Ring Road yang sudah tandatangan kontrak, sedangkan paket pekerjaan yang lain, belum selesai adminitrasinya,” terang Djuli kepada wartawan di Jayapura, Selasa (31/7/2018).

Menurut Djuli, jika proses administrasi lelang tersebut terlambat tentu, akan berimbas pada daya serap anggaran. Dampaknya anggaran pembangunan infrastruktur yang sudah diperuntuhkan tersebut, akan dikembalikan ke kas negara.

“Saya berharap semua dokumen dari PU yang sudah diserahkan ke Pokja ULP sesuai arahan Asisten 1 belum lama ini pada saat apel pagi, agar di percepat proses administrasinya,” tandasnya.

Djuli Mambaya, menilai lambatnya proses administrasi lelang paket pekerjaan di ULP, penyebabnya bukan dari OPD tetapi karena minimnya staf Pokja UKP.

“Pokja ULP ini hanya mempunya 19 orang, tidak mungkin dapat mengelola ratusan pakte lelang,” kata Djuli Mambaya.

Guna memaksimalkan kinerja panitia Pokja ULP, dirinya meminta kepada kepada Gubernur dan dan ULP agar segera menambah staf, sehingga waktu pelaksanaannya tidak terlalu terlambat.

“Diharapkan kedepan Plt.Gubernur bisa menambah staf agar tidak menghambat proses pembangunan di Papua, dengan tujuan agar proses tender dan penyerapan dana angagaran pada masing-masing OPD khususnya di PU dapat berjalan dengan baik dan lancar,” imbuhnya.

Selain itu, faktor lain yang memakan waktu proses lelang pekerjaan juga adalah adanya kajian ulang proyek, yang bisa menghabiskan waktu dua bulan.

“Contohnya pembangunan patung Kristus yang sudah di masukan di ULP sampai saat ini masih terhambat dan pembangunan lanjutan di Mandala sudah dimasukan, sampai sekarang proses lelangnya belum di tenderkan,” tambahnya. (Del)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *