20 Saksi Berikan Saksi Sidang Lanjutan Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Perahu Puskesmas

Jayapura
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Timika, Honaipapua.com,- Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Timika, Alex Sumarna, SH. MH, mengatakan, sebanyak 20 saksi akan dihadirkan untuk memberikan kesaksian, terkait kasus korupsi pengadaan perahu Puskesmas keliling (Pusling) dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika TA 2016 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Jayapura.

“Jadi sidang perkara korupsi Puskesmas keliling perairan ini sudah digelar di pengadilan Tipikor Jayapura dan sudah masuk sidang ke tiga,” kata Alex Sumarna saat ditemui saat buka puasa bersama awak media jalan Budi Utomo, Selasa (5/6).

Ia menjelaskan, sebanyak 11 orang saksi yang telah memberikan kesaksian terkait kasus korupsi pengadaan perahu pusling. Diantaranya, Sekdinkes, PPTK, Panitia Penerima Barang (PPB), Panitia lelang, pelelangan hingga penyelesaian proyek. Selain itu dalam sidang tersebut tidak ada esepsi yang diajukan oleh ketiga terdakwa sehingga mau dikata proses persidangan berjalan lancar dan aman.

“Sidang yang pertama itu 6 orang yang berada didalam internal dinas dan 5 orang lainnya yang menangani bagian pelelangan hingga penyelesaian proyek. Saya kira didalam persidangan ini lancar dan semakin terbuka posisi yang sebenarnya tinggal ada beberapa saksi yang akan kita ajukan lagi,” kata Ketua Pengadilan Negeri Timika

Ia mengungkapkan, jumlah saksi sebanyak 20 orang namun tidak semua saksi dihadirkan dalam persidangan. Sebab saksi-saksi yang dihadirkan sudah bisa terlihat jelas.

“Saksi sebenarnya masih ada sekitar 20 an orang,tapi semua tergantung sama majelis hakimnya. Karena dengan saksi-saksi yang kita ajukan saja sudah kelihatan kalau dari JPU tinggal dari majelis hakim mau semuanya atau bagaimana,” ungkapnya.

Sementara itu terkait jumlah tersangka. Kata Alex, sejauh ini masih tetap 3 orang terdakwa sudah bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya dan sejauh ini belum ada penambahan. Kendati demikian, ia mengakui bahwa sebenarnya ada 4 terdakwa hanya saja yang bersangkutan telah dipanggil Tuhan.

“Untuk penambahan tersangka, saya kira untuk orang-orang yang patut dipertanggungjawabkan dalam perkara ini cukup tiga orang itu, tadinya kami menargetkan satu orang lagi tapi yang bersangkutan sudah lebih dulu lewat (meninggal),” kata Alex.

Terlepas dari itu,Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Timika Alex Sumarna, SH. MH,juga menambahkan ada Etikat baik dari para terdakwa yang telah mengganti kerugian negara atas perbuatan mereka.

Diantaranya, terdakwa PK mengembalikan jumlah uang sebesar Rp 50 juta, sama halnya dengan pihak kontraktor yang telah mengembalikan uang sebesar Rp. 300 juta.

Dari tiga orang ini sudah ada yang mengembalikan PK kembalikan Rp. 50 juta dan sudah kita sidang sebagai barang bukti untuk tutupi uang pengganti, yang YB kontraktornya itu Rp. 300 juta tambahnya. (tmk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *