Yosep Titirlolobi.SH : ” Lawyer FS Jangan Terlalu Cengeng Dalam Menanggapi Statement “

Hukrim
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sorong,Honaipapua.com, -Kuasa Hukum Double O Robbi Iswandi selaku Direktur PT.Panca Indah Kurnia, Yosep Titirlolobi.S.H menanggapi apa yang disampaikan oleh pengacara FS, Yance Salambauw.S.H bahwa jangan terlalu cengeng dalam menanggapi statement.

Saat ditemui media ini diruang kerjanya, Senin (12/7) Kuasa Hukum Double O, Yosep Titirlolobi.SH mengatakan bahwa Kuasa Hukum FS dengan dirinya dalam menjalankan profesi sebagai Lawyer sama, tetapi diluar dari tugas Profesi dalam membelah Kliennya, ia mengakui kuasa hukum FS sebagai senior yang  sangat dihormatinya.

” Menanggapi statement orang itu, jangan terlalu cengenglah, karena apa yang disampaikan oleh saya itu tentu berdasarkan data yang kami miliki secara sah, jadi apa yang disampaikan oleh kuasa hukum FS Yang mengatakan bahwa Saya Bukan Kuasa Hukum Daubel O itu salah, saya punya perintah untuk melindungi klien saya sesuai dengan kuasa yang diberikan kepada saya tertanggal 5 jully, artinya saya memiliki Legal Standing untuk beracara, dan selain itu juga pengacara FS mengatakan bahwa saya pernah membuat statemen agar Double O harus ditutup, ya, betul, itu sekitar 4-5 bulan yang saya keluarkan statemen seperti itu saat Saya menjadi kuasa hukum klien yang lain, jadi disini kita bekerja profesional, jadi, pak Yance itu saya bilang pengacara cengeng, “beber Yosep sambil menantang pengacara FS untuk mau membuat laporan polisi.

” Saya menjalankan tugas profesi sebagai Pengacara secara profesional, tidak sembarangan, berdasarkan surat yang dikuasakan oleh Double O kepada saya, jadi apa yang dilontarkan oleh kuasa hukum FS itu Asbun asal bunyi, karena mungkin Yance Salambauw baru selesai mencalonkan diri sebagai peserta Pilkada di Kabupaten Sorong Selatan dan hasilnya pun kalah, sehingga belum mengetahui secara pasti keadaan yang terjadi di Kota Sorong, itu wajar, saya sih biasa saja, “tutur Yosep dengan senyum ciri khasnya.

Lebih lanjut kata Yosep, menyangkut salinan surat perjanjian kerjasama dan kata merampok Secara Halus itu, kliennya memang tidak mendapat surat salinan perjanjian kontrak kerjasama dan kliennya membayar selama ini lancar-lancar, ran untuk tahun 2020 ada terjadinya PPKM yang dikeluarkan oleh pemerintah sehingga Kliennya belum membayar sewa tempat tetapi sebenarnya kliennya hendak membayar namun pihak FS keburu menggunggat ke pengadilan negeri sorong.

Dikatakan juga oleh pengacara FS bahwa kuasa hukum Double O menyebutkan FS adalah bos PT.Intraco menurut Yosep, ya, memang benar demikian, karena pak Fery Saputra ini menjadi Bos di PT.Intraco itu.

” Jadi, saya katakan sekali lagi bahwa apa yang saya buat statemen di media, saya mampu untuk mempertanggungjawabkan hal itu, “tambah Yosep lagi. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *