Yance Salambauw,SH MH : Hasil Sidang, Majelis Hakim Mengabulkan Permohonan Sita Double O

Hukrim
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sorong,Honaipapua.com, -Kuasa hukum FS, Yance Salambauw.SH.MH, didampingi Chris Tuatuarima.SH, dan Okto Mambraku.SH, mengatakan, sesuai hasil agenda sidang pemeriksaan saksi, Senin (6/9) dengan berbagai pertimbangan hukum, majelis Hakim mengabulkan penetapan sita Double 0.

Kepada awak media Senin (6/9) usai mengikuti jalannya sidang di kantor Pengadilan Negeri Sorong, Yance Salambauw.SH.MH, menjelaskan, sebagai penggugat FS melawan pihak Double 0 PT.Panca Indah Kurnia selaku tergugat, sesuai agenda pemeriksaan saksi, namun karena kekurangan administrasi, sehingga 2 saksi yang dihadirkan pihak tergugat, kami tolak, dan hal itu diterima oleh majelis secara hukum, yang mana saksi yang dihadirkan 2 orang berasal dari Dispenda dan Pariwisata pemerintah Kota Sorong.

” Mereka berdua datang untuk bersaksi kapasitas sebagai mewakili pemerintah Kota Sorong, namun karena yang bersangkutan tidak bisa menunjukan surat tugas, sehingga majelis memberikan kesempatan kedua oknum ASN tersebut dapat hadir kembali pada Senin (13/9) pekan depan dengan agenda sidang yang sama, “beber Yance.

Jadi, lanjut Yance bahwa permohonan sita yang diajukan sebagai pihak penggugat telah dikabulkan dan dikeluarkan penetapan surat sita oleh majelis hakim terhadap pihak tergugat Double 0.

” Tentu pihak tergugat merasa keberatan terhadap surat penetapan sita oleh majelis hakim. Dan wacana yang muncul adalah pihak tergugat mereka membandingkan antara 300 juta yang mereka klaim sebagai perkara dengan objek yang berdiri diatas tanah seharga belasan Milliar. Kami tegaskan disini bahwa kami tidak menggugat 300 juta, tetapi kami disini menuntut ketika Wanprestasi suatu ketika terbukti maka Double 0 beralih menjadi milik pemilik tanah. Itulah mengapa kami bermohon supaya Double 0 diletakan sita, sebab semata-mata mempertahankan tuntutan kita dalam persidangan gugatan yang dimaksud. Jadi, penetapan sita terhadap Double 0 adalah sejalan dengan tuntutan kita dalam gugatan. Akan berbeda memang kalau yang kita tuntut 300 atau 150 juta, namun yang kita tuntut adalah Double 0 yang sangat relevan dengan tuntutan kita yakni, ketika Double 0 atau PT Panca Indah Kurnia Wanprestasi sesuai dengan perjanjian, maka sesuai perjanjian pula Double 0 beralih milik pemilik tanah dan proses seperti hal ini merupakan suatu hal yang biasa bukan sesuatu yang luar biasa. Sebab kita semata-mata mempertahankan tuntutan kita didalam gugatan, sehingga kelak kita menang dan berkekuatan hukum tetap, maka kita tidak diperhadapkan dengan hukum lain yang membuat kita menjadi tidak bebas untuk mengusai objek yang kita sudah menangkan.

” Jadi, dengan status sudah penetapan sita, otomatis berstatus KUO, sehingga tidak bisa berahli pindah tangan kesiapapun, tidak bisa diperjual belikan kepada siapapun, “jelas Yance.

Dengan agenda sidang yang telah digelar ini, kami mengapresiasi kepada majelis hakim tentunya, karena majelis dengan cermat, jeli, mamahami konstruksi hukum yang kami bangun sampai penetapan sita, sebab tujuan kita penetapan sita bukan suatu kemenangan, tidak. Tetapi hanya mempertahankan tuntutan kita didalam gugatan. Dan pada saat putusan nanti, tergantung pada fakta-fakta yang terungkap, apakah sita itu yang diangkat atau diputus sah berharga itu akan tergantung pada putusan nanti.

” Himbauan saya kepada seluruh lapisan masyarakat yang tertarik atau mengikuti kasus ini bahwa ini bukan berbicara soal logika dan bukan berbicara soal kesimpulan, tetapi ini berbicara soal hukum. Hukum yang kami angkat adalah berdasarkan perjanjian yang telah ditandatangani oleh semua pihak yang terkait dengan perjanjian itu. Yang mana perjanjian itu mengisyaratkan kalau Wanprestasi maka bangunan sewa yang berdiri diatas menjadi pemilik tanah, itulah makanya hari ini kita gugat, “imbau Yance lagi. (pic)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *