Wakapolres Kaimana: ‘Saya Akan Tindak Tegas Pelaku Pungli di Kaimana’

Hukrim
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Wakapolres Kaimana, Komisaris Polisi Kristian Sawaki, menegaskan bahwa dirinya akan menindak tegas pelaku pungli yang ada di Kabupaten Kaimana. Hal ini ditegaskanya ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (4/2) oleh sejumlah kuli tinta yang ada di Kaimana.

Sebagai Ketua Tim Ciber Pungli dan sebagai putera Kaimana maka dirinya sangat berharap agar praktek pungli yang ada di Kabupaten Kaimana tidak akan terjadi lagi.

“ Kebetulan saya sendiri dipercayakan sebagai ketua tim cyber pungli sehingga ini juga sudah menjadi komitmen saya untuk memberantas pungli yang ada di Kaimana,” tegasnya.

Dirinya mengatakan, pungli juga sudah menjadi salah satu persoalan yang terus di perhatikan oleh pihak kepolisian, mulai dari pusat hingga daerah.

“ Kalau tidak ada halangan dalam waktu yang tidak terlalu lama, kami akan mengundang seluruh pihak terkait, seperti inspektorat dan juga dinas-dinas yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat untuk bertemu dan berkoordinasi langsung dengan mereka, terkait pungli ini, dan apa-apa saja yang harus kita kerjakan terkait persoalan pungli ini, ” pungkasnya.

Ketika disinggung soal dugaan terjadi pungli di Kaimana, lanjut Kompol Sawaki, tidak menutup kemungkinan praktek pungli ini masih terjadi.

“ Kami belum tahu pasti apakah ada atau tidak, karena sampai hari ini belum ada laporan masuk dari masyarakat terkait pungutan liar ini. Tetapi tim ini dia harus jalan untuk memastikan bahwa pungli-pungli ini sudah tidak ada lagi di Kaimana. Lebi baik kita mencegah dari pada kita mengobati,” ungkapnya.

Menurutnya, pungli tidak akan terjadi jika semua pihak berkepentingan jalan sesuai aturan dan regulasi yang ada. “ Misalnya pungutan di pasar, parkir di pasar, ini harus dilakukan oleh petugas yang memang benar-benar ditugaskan disana, “tuturnya.

” Olehnya, dia harus menggunakan atribut resmi dari instansi terkait. Begitu juga dengan pungutan di terminal. Atau bisa juga di sekolah-sekolah. Kalau memang ada pungutan yang dibebankan kepada orang tua, maka itu harus dibicarakan terlebih dahulu dengan komite sekolah dan disepakati seluruh orang tua wali. Jangan sampai pungutan dilakukan secara sepihak,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *