TIM SATGAS GAKKUM OPS PEKAT MATOA II 2020 DAN TIM OPSNAL DIREKTORAT NARKOBA POLDA PAPUA GAGALKAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA JENIS GANJA

Hukrim
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Jayapura,Honaipapua.com, -Jumat 20 November 2020 pukul 15:30 WIT, bertempat di Kompleks RSUD Dok II Jayapura Kelurahan Bhayangkara Kota Jayapura, Tim II Satgas Gakkum Ops Pekat Matoa 2020 dan anggota Opsnal Direktorat Narkoba Polda Papua berhasil mengamankan para pelaku yang melakukan transaksi Narkotika jenis Ganja.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Drs Ahmad Musthofa Kamal, SH, kepada media ini via telepon selulernya, menyampaikan, Kronologis penangkapan, pada hari dan tanggal tersebut di atas, sekitar pukul 15:30 WIT, Tim mendapat informasi dari masyarakat bahwa di sekitar RSUD dok II sering terjadi transaksi Narkotika jenis Ganja. Mendapatkan informasi tersebut, tim gabungan melakukan penyelidikan di area RSUD dok 2 dan berhasil mengamankan ke empat pelaku.

Setelah itu dilakukan pemeriksaan terhadap para pelaku dan ditemukan Narkotika jenis Ganja sebanyak 6 plastik bening besar, 10 plastik bening ukuran kecil, 1 katong plastik warna hitam yang dibungkus oleh plastik long rice, 1 (satu) bungkus plastik sedang Daun Ganja Kering dan 6 botol bir bintang.

Kemudian para pelaku yakni, Ztiro jordan tanggle, Frengky yauw, Stenly panfe dan Lucas abisay, beserta barang bukti yang diamankan adalah 6 (enam) bungkus plastik besar Daun Ganja Kering, 10 (sepuluh) bungkus plastik kecil Daun Ganja Kering, 1 (satu) bungkus plastik sedang Daun Ganja Kering, 1 (satu) bungkus plastik warna hitam Daun Ganja Kering, 4(empat) buah HP, 2 (dua)buah Tas Samping, 1 (satu)buah Gunting, 6 (enam) botol sedang Bir Bintang, dan 1 (satu) Unit Sepeda Motor Yamaha Bisson warna hitam DS 4348 RM ke Direktorat Resnarkoba guna proses hukum lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH menambahkan saat ini personel masih melakukan penyelidikan terkait dari mana asal narkotika jenis ganja tersebut didapatkan.

Atas perbuatannya para pelaku di jerat dengan Pasal 111 Ayat (1) Undang –Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika: Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I dalam bentuk tanaman dipidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan denda paling sedikit Rp 800 juta rupiah dan paling banyak Rp 8 miliar rupiah. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *