Tidak Terima Di Cabuli Di Kampung Arborek. Wisatawan Lokal Lapor Ke Polres Raja Ampat

Hukrim
Bagikan berita ini

Waisai,Honaipapua.com, -Kasus pencabulan terjadi di Dive Center Kampung Arborek,  Distrik Miosmansar, Kabupaten Raja Ampat yang dialami oleh korban yang merupakan Wisatawan lokal berinisial RA oleh pelaku berinisial MM tanggal 01/09/2022.

Kasat Reskrim Polres.Raja Ampat. Iptu. Dani Aprrizal Saputra, S.Ik. S.tr.k

Kapolres Raja Ampat AKBP. Edwin Parsaoran, S.Ik, M.Ik melalui kasat Reskrim IPTU. Danny Arrizal Saputra, S.Tr.K MH, membenarkan pelaporan kasus tersebut.

” Iya benar pada hari ini tanggal 05 September 2022 ada laporan ke kami terkait kasus tindakan pencabulan terhadap seorang wisatawan lokal inisial RA oleh pelaku inisial MM di Kampung Arborek, Distrik Miosmansar, Kabupaten Raja Ampat, “ungkap Kasat Reskrim Iptu.Danny.

Sesuai dengan kronologis yang diterima, kasar Reskrim menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi tanggal 01 September 2022. Awalnya Korban RA sedang tidur sendirian dikamar Home Stay yang ditempatinya, kemudian datanglah pelaku MM dan mengajak korban untuk snorcling, namun ajakan tersebut ditolak oleh korban karena hari itu memang korban Day Off. Terang Kasat

Setelah ajakanya ditolak, pelaku pun mengajak korban untuk melakukan transfer data dan video-video snorcling dirumah pelaku dikarenakan pelaku lupa membawa kabel data.

Mendengar ajakan pelaku, Korban pun tidak menaruh curiga dan mengikuti pelaku ke rumahnya.

Sesampai di rumah pelaku MM, kemudian MM memberikan minuman kepada korban RA dan memaksanya minum minuman tersebut. Sementara minum, pelaku MM langsung melancarkan aksinya dengan Manarik kepala korban dan menjilati korban di sekitar telinga dan leher.

Korban yang seorang diri pun memilih diam dan gementar karena pelaku menggunakan kekerasan.

Tidak sampai disitu aksi dari pelaku. lanjut kasat, setelah pelaku menjilat  korban. Pelaku juga berusaha memegang dan meramas payudara korban namun tangan pelaku dipukul oleh korban yang saat itu sudah marah.

Karena aksi bejad pelaku belum tersampai, pelaku pun menarik korban dan menghisap pipi korban kemudian memegang tangan korban meletakkannya dikemaluan pelaku.

Dikatakan korban yang merasa diperlakukan tidak senonoh itu pun langsung bergegas keluar dari rumah pelaku, namun pelaku menarik tangan korban dan menyampaikan untuk tidak melapor kepada istrinya, atau kepada siapa pun kejadian ini.

Setibanya di Home stay, korban pun menelepon BI selaku pengurus Home Stay untuk membantunya kabur dari kampung Aroborek

Merasa tidak terima, korban langsung menelepon salah satu Tokoh pemuka Agama menceritakan kejadian yang menimpanya. sandaran Tokoh Agama itu kemudian Korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Raja Ampat.

Kasat Reskrim Polres Raja Ampat. Iptu. Dani Arrisal Saputra, S.Ik.S.tr.K menambahkan kasus pencabulan sementara didalami dan selanjutnya akan memanggil pelaku untuk dimintai keterangan. (Caken)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.