Tidak Kantongi Ijin, Pendemo Akhirnya Dibubarkan Brimob

Hukrim
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Karena tidak mengindahkan surat penolakan ijin demo dari Polres Kaimana, dan tetap turun ke jalan melakukan demo penuntutan pengumuman hasil CPNS 2028 Kaimana, belasan Brimob dari Polda Papua Barat yang saat ini tengah membackup pengamanan di Pilkada Kaimana, akhirnya membubarkan aksi demo belasan orang ini.

Pendemo Saat Dibubarkan Brimob

Awalnya, pada hari Jumat (25/9) kemarin, kelompok masyarakat ini melayangkan permohonan ijin kepada Polres Kaimana. Namun surat permohonan mereka tersebut, dijawab dengan surat penolakan dengan alasan tidak boleh turun ke jalan dan mengumpulkan massa. Hal ini diungkapkan oleh KabagOps Polres Kaimana, AKP. Ferdinand Mardi ketika dikonfirmasi dilokasi demo, Senin (28/9).

Pendemo Saat Dibubarkan Brimob

“Jumat kemarin mereka melayangkan surat permohonan ijin ke polres Kaimana. Tetapi karena saat ini masih situasi pandemi Covid-19, sehingga kami menolak ijin mereka tersebut, untuk menghindari kerumunan. Karena kami tetap patuh dan mengacu pada instruksi presiden, maupun Maklumat Kapolri dan juga peraturan gubernur yang melakukan pembatasan sosial berskala besar. Artinya tidak boleh ada kerumunan,” ungkapnya.

Dari pantuan kami dilapangan, tidak hanya peserta test yang melakukan orasi. Tetapi ada sejumlah anak sekolah yang juga diikutkan dalam kegiatan demo ini. Akhirnya pelajar-pelajar tersebut dimita kembali kerumahnya masing-masing oleh satuan Brimob yang membubarkan pendemo di depan Kanator Lembaga Masyarakat Adat Kaimana.

“Tadi ada beberapa orang yang kami bawa ke polres Kaimana. Tentunya kami akan mengarahkan dan memberikan pemahaman kepada mereka, agar mereka tidak lagi melakukan kegiatan serupa, karena masih dalam masa pandemi Covid-19. Kemarin memang kami sudah usulkan bahwa jangan ada demo turun ke jalan, tetapi cuku melakukan audience dengan kepala daerah. Dan kami pasti akan kawal itu, karena terkait dengan penyampaian aspirasi. Tetapi mereka mati-matian mau turun ke jalan, sehingga terpaksa kami harus bubarkan, karena lebih banyak yang ada dalam rombongan ini adalah pelajar, yang memang tidak tahu apa-apa,” pungkasnya.

KabagOps Ferdinand juga berharap agar disaat pandemi seperti sekarang ini, masyarakat harus membatasi diri dan menghindari kerumunan, apalagi melakukan aksi demo.

“Kalau memang ada aspirasi yang mau disampaikan, kan bisa ditempuh dengan alternative lain. Bisa juga dengan audience kepada yang dituntut, dan pasti kami kawal. Tidak melulu penyampaian aspirasi itu dengan demo kan. Artinya kita semua, seluruh masyarakat di Kabupaten Kaimana ini harus lebih mawas diri, lebih peduli dengan kondisi kita sekarang, dengan tidak menimbulkan kerumunan dalam jumlah besar. Kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kaimana untuk tetap dirumah, menjaga jarak, serta mengenakan APD ketika berhubungan di luar rumah. Kita semua harus bisa bersatu untuk meminimalisir penyebaran Covid di Kabupaten Kaimana, sehingga kita tetap aman dan bisa beraktifitas sebagai mana mestinya,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *