Stop Hoax dan Postingan Negatif di Medsos

Hukrim
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Menjelang pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Kaimana 9 Desember mendatang, suhu politik di Kabupaten Kaimana masih landai-landai saja. Hanya saja, suhu politik di dunia maya, semakin hangat, bahkan boleh dibilang panas. Pasalnya, banyak akun media sosial terutama facebook, yang selalu mencoba untuk memperkeruh situasi kondisi, baik dengan informasi hoax, maupun informasi yang tidak jelas kebenarannya.

Namun sayangnya, masih banyak pihak yang masih menganggap itu adalah hal yang biasa-biasa saja. Padahal, menggunakan media sosial seperti Facebook pun sudah diatur batasan-batasannya. Hal ini diperkuat lagi dengan adanya undang-undang ITE yang membatasi setiap gerak gerik maupun lalu lintas di dunia maya. Salah sedikit saja, sel penjaran yang akan menanti.

Ketua DPC PPP Kabupaten Kaimana, Yehadi Alhamid

Terkait dengan suhu politik yang panas di media sosial, facebook, Yehadi Al Hamid, Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sangat menyayangkan hal itu terjadi. Menurutnya, yang harus dijaga baik oleh seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Kaimana adalah, sikap, tutur kata baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Sehingga Kaimana bisa terus menjadi rumah yang damai dan aman bagi semua orang. Hal ini diungkapkannya saat dimintai tanggapannya di pemda Kaimana beberapa waktu yang lalu, terkait dengan perkembangan situasi politik yang akhir-akhir ini terjadi di dunia maya.

“Saya secara pribadi tidak setuju dengan postingan-postingan yang negative, maupun postingan yang menjelek-jelekan orang lain. Kita perlu pahami bersama bahwa saat ini adalah moment pilkada, dan semua kita sudah tahu pasangan calon yang akan maju nanti. Pilihan kita boleh berbeda, asalkan jangan kita rusak kekeluargaan yang selama ini sudah terjalin baik,” ungkapnya.

Dirinya juga berharap agar seluruh masyarakat di Kaimana bisa menahan diri, dan bisa memanfaatkan dunia maya dengan postingan-postingan yang positif dan tidak merugikan pihak lain.

“ Ini yang kami harapkan bahwa, kita semua adalah keluarga di Kaimana ini. Dan kita semua wajib menjaga kekeluargaan dan persaudaraan kita yang sudah ada. Tidak boleh ada postingan ujaran kebencian, menjatuhkan seseorang, atau juga sengaja untu menyerang pribadinya seseorang. Karena apa yang kita lakukan itu, pasti aka nada dampaknya bagi kita,” pungkasnya.

Dayat Sirfefa

Hal senada juga disampaikan oleh Dayat Sirfefa, S.Pd salah satu anak adat suku asli Kaimana menilai bahwa, akhir-akhir ini semakin marak muncul akun-akun bodong dengan postingan yang tidak jelas, postingan hoax, maupun ujaran kebenecian atau menyerang privasi seseorang. Pria yang juga sedang bekerja di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kaimana ini berharap agar, seluruh masyarakat, khususnya pengguna media sosial facebook, harus lebih bijak dan arif untuk menyikapi informasi yang berkembang di dunia maya.

“Bukan baru kali ini saya memberikan tanggapan untuk teman-teman di facebook, bahwa kita selalu hati-hati ketika kita sedang berkomunikasi melalui facebook. Karena sedikit saja jari kita salah ketik, maka otomatis akan memberikan dampak bagi kita. Dampak hukumnya ada, ketika orang yang kita tuju tidak terima dengan postingan kita. Ibaratnya, ketika kita mulai berkomunikasi di medsos, maka kita harus sadar bahwa, sebelah kaki kita sudah ada di sel. Karena salah sedikit saja, pasti kena. Sehingga mari kita sama-sama, belajar untuk menggunakan facebook ini dengan hal-hal yang positif. Mari kita sama-sama menjaga agar Kaimana tetap aman dan menjadi rumah bagi kita semua yang tinggal di tanah ini, sesuai dengan pesan dari leluhur kita,” ungkapnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *