Sidang PLTMG Kaimana, JPU Dinilai Kesulitan Hadirkan Saksi

Hukrim
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Kuasa Hukum Pieter Thie alias Honce, Jack Lourens V. Kastanya,SH menilai bahwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus PLTMG Kabupaten Kaimana kesulitan untuk menghadirkan saksi-saksi dalam persidangan. Pasalnya, sejak sidang pemeriksaan saksi yang dilaksanakan tanggal 10 November 2020 hingga 26 Januari 2021 kemarin, belum juga terselesaikan.

Foto persidangan kasus PLTMG Kabupaten Kaimana

Sementara itu, sidang perkara tindak pidana korupsi proyek pematangan dan talud PLTG (100X200) Meter tahun 2017 Kaimana sedang berlangsung di Pengadilan Negeri Manokwari dengan agenda, pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), namun karena kesulitan menghadirkan saksi, sehingga hal ini menurut Kastanya, sangat mempengaruhi proses penyelesaian perkara ini.

Kuasa Hukum Pieter Thie (Honce), Jack Lourens V. Kastanya, SH

“Oleh sebab itu, kami sangat penting upaya pemanggilan paksa dilakukan, untuk menghadirkan saksi-saksi yang dengan sengaja dan tanpa alasan yang jelas tidak memenuhi panggilan jaksa. Bahwa ketidakhadiran saksi-saksi tersebut, secara langsung dapat berpotensi menghambat proses persidangan. Hal ini jelas telah melanggar ketentuan Pasal 22 Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” ungkapnya.

Menurutnya, kuasa hukum berkepentingan 7untuk mendengarkan secara langsung keterangan dari saksi-saksi yang telah dimuat dalam berita acara pemeriksaan di tingkat penyidikan.

“Terutama saksi ahli dibidang konstruksi tersebut sangat penting didengarkan keterangannya untuk mempertanggungjawabkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukannya, sehingga perkara ini dapat menjadi terang, apakah pemeriksaan ahli tersebut telah sesuai dengan fakta sebenarnya atau ada item-item lain yang diabaikan oleh ahli dalam melakukan pemeriksaan proyek tersebut, sehingga kebenaran materil dapat terungkap didalam persidangan perkara a quo,” ujarnya.

Selain itu, Kastanya juga menjelaskan bahwa dalam sidang-sidang berikutnya, pihaknya akan menghadirkan saksi-saksi yang meringankan, untuk didengarkan keterangannya.

“Untuk itu, sebagai penasihat hukum para terdakwa, kami berharap kepada JPU untuk dapat segera menghadirkan saksi-saksi lainnya secara patut, atau kami akan meminta kepada majelis hakim untuk dilakukan upaya pemanggilan paksa, apabila saksi-saksi yang telah dipanggil tidak secara kooperatif hadir,” pungkasnya. (edo)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *